Lebih lanjut, Andi menuturkan bahwa terkait higienis sanitasi, Rutan Kudus sudah memenuhi standar dari Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Kudus. Namun, modal tersebut belum cukup mengantarkan Rutan tersebut untuk mendirikan dapur MBG.
Ia juga memastikan bahwa Rutan Kudus sejauh ini belum melakukan kegiatan maupun program apapun yang bersentuhan dengan MBG. Kendati demikian, apabila ada arahan dari pemerintah pusat yang dapat dilaksanakan rutan, maka Kudus akan selalu pasang badan.
“Untuk saat ini hanya lapas dan rutan yang memenuhi standar yang ada kegiatan terkait dengan MBG, kalau selain itu tidak ada termasuk di Kudus,” tukasnya.
Untuk diketahui, pemanfaatan lahan lapas dan rutan untuk dapur MBG menjadi bagian dari dukungan terhadap program pemenuhan gizi pemerintah.
Program dapur MBG di lingkungan lapas dan Rutan rencananya akan melibatkan warga binaan sebagai pekerja dapur. Namun, hanya warga binaan yang telah lolos asesmen dan berkelakuan baik yang diperbolehkan ikut bekerja dalam program tersebut.
Pengembangan dapur MBG di lingkungan pemasyarakatan diharapkan tidak hanya mendukung program makan bergizi gratis, tetapi juga menjadi sarana pembinaan keterampilan kerja bagi warga binaan.
