Pemkab Kudus Deklarasikan Desa Siaga TBC, Perkuat Pencegahan hingga Tingkat Desa

Pencanangan Desa Siaga TBC di Kabupaten Kudus. (Foto: Istimewa)

KUDUS, ZONANEWS.ID – Pemerintah Kabupaten Kudus terus mengintensifkan upaya pencegahan dan penanggulangan tuberkulosis (TBC) melalui penguatan kolaborasi lintas sektor hingga tingkat desa.

Komitmen tersebut diwujudkan melalui Deklarasi Desa Siaga Tuberkulosis yang berlangsung di Pendapa Kabupaten Kudus, Selasa, 13 Oktober 2026.

Kegiatan ini dihadiri Bupati Kudus Sam’ani Intakoris, Wakil Bupati Kudus Bellinda Birton, Wakil Menteri Kesehatan RI Benjamin Paulus Octavianus, Wakil Menteri Dalam Negeri RI Akhmad Wiyagus, serta Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI Abdul Wachid.

Bacaan Lainnya

Bupati Kudus Sam’ani Intakoris menegaskan bahwa pencegahan menjadi langkah penting dalam menekan penyebaran TBC di masyarakat.

Menurutnya, kesadaran untuk menjaga kesehatan dan melakukan pemeriksaan secara berkala perlu terus ditingkatkan agar penyakit dapat terdeteksi lebih awal.

“Upaya pencegahan harus terus kita dorong. Kami mengajak masyarakat untuk rutin memeriksakan kesehatan, tidak menunggu sampai sakit. Dengan deteksi dini, potensi penyakit bisa diketahui lebih awal sehingga penanganannya dapat dilakukan dengan lebih cepat,” ujarnya.

Sam’ani juga menyoroti capaian kepesertaan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) di Kabupaten Kudus yang telah mencapai 99,5 persen. Tingginya cakupan tersebut menjadi modal penting dalam memperluas akses masyarakat terhadap layanan kesehatan.

Meski demikian, ia mengingatkan bahwa ketersediaan jaminan kesehatan perlu diimbangi dengan kesadaran masyarakat untuk memanfaatkan fasilitas kesehatan dan menjalani pemeriksaan sesuai kebutuhan.

“Cakupan UHC Kudus sudah mencapai 99,5 persen. Ini menjadi modal penting agar masyarakat semakin mudah mengakses pelayanan kesehatan,” ungkapnya.

Ia menambahkan, keberhasilan penanggulangan TBC membutuhkan keterlibatan aktif seluruh elemen, mulai dari pemerintah daerah, tenaga kesehatan, pemerintah desa, hingga masyarakat.

Sinergi tersebut diharapkan mampu memperkuat upaya pencegahan, mempercepat penemuan kasus, serta memastikan masyarakat memperoleh penanganan yang tepat.

Pemerintah Kabupaten Kudus pun mendorong agar program Desa Siaga Tuberkulosis tidak berhenti pada deklarasi, tetapi dilanjutkan melalui kegiatan nyata dan berkelanjutan di lingkungan masyarakat.

Sementara itu, Wakil Menteri Kesehatan RI Benjamin Paulus Octavianus menekankan perlunya perubahan pola pikir masyarakat agar lebih mengutamakan pencegahan penyakit.