KUDUS, ZONANEWS.ID – Siswa Sekolah Luar Biasa (SLB) Negeri Purwosari Kudus turut ambil bagian dalam Pemilihan Ketua Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS) atau Pilketos Serentak 2026.
Kegiatan yang berlangsung Rabu, 16 September 2026 di halaman sekolah tersebut menjadi kesempatan bagi siswa berkebutuhan khusus untuk mengenal proses demokrasi melalui pengalaman memilih pemimpin di lingkungan sekolah.
Pelaksanaan Pilketos Serentak di Kabupaten Kudus diikuti sekolah tingkat Sekolah Lanjutan Tingkat Atas (SLTA) sederajat. Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Kudus Ahmad Amir Faisol menyampaikan terdapat 92 sekolah yang menjadi sasaran kegiatan, mencakup Sekolah Menengah Atas (SMA), Madrasah Aliyah (MA), Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), serta SLB tingkat SLTA.
Dari jumlah tersebut, 70 sekolah melaksanakan pemilihan secara serentak pada 16 September 2026. Sementara sekolah lainnya tetap menggelar Pilketos pada September dengan menyesuaikan agenda masing-masing sekolah.
“Yang serentak hari ini 70 sekolah dari 92. Sekolah lainnya tetap melaksanakan Pilketos bulan ini,” ujar Ahmad.
Menurut Ahmad, pelaksanaan Pilketos tidak sekadar berkaitan dengan pemilihan Ketua OSIS. Kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari upaya KPU Kudus mengenalkan proses pemilihan kepada pemilih pemula.
Para siswa mendapatkan pengalaman mengenai tahapan pemilihan, mulai dari menentukan calon hingga menggunakan hak suara. Pengalaman tersebut diharapkan dapat menjadi bekal ketika mereka nantinya memenuhi syarat sebagai pemilih dalam pemilu.
“Sasarannya adalah pemilih pemula agar mereka mengenal proses teknis pemilihan, termasuk bagaimana mencoblos dan proses di tempat pemungutan suara (TPS),” jelasnya.
Khusus di SLB Negeri Purwosari Kudus, terdapat 84 pemilih yang terdiri atas 52 siswa dan 32 guru. Pelibatan guru dilakukan sebagai bentuk dukungan terhadap pelaksanaan Pilketos di lingkungan sekolah.
Dalam pemilihan tersebut terdapat dua calon Ketua OSIS, yakni Yulmi dari kelas X tunanetra dan Fauzan dari kelas XI tunagrahita.
Kepala SLB Negeri Purwosari Kudus Edi Sujito mengatakan, keterlibatan siswa dalam Pilketos menjadi pengalaman penting untuk mengenalkan hak dan tanggung jawab dalam menentukan pemimpin.
Menurutnya, siswa berkebutuhan khusus juga perlu mendapatkan pemahaman mengenai penggunaan hak pilih, terutama sebagai persiapan ketika mereka nantinya telah memenuhi ketentuan untuk mengikuti pemilu.
