Jelang Porprov Jateng 2026, Empat Atlet Taekwondo Kudus Genjot Teknik, Taktik, dan Mental

Latihan intensif atlet taekwondo menjelang Porprov Jateng 2026. (Foto: Ayu Devi/Zonanews.Id)

KUDUS, ZONANEWS.ID – Empat atlet Taekwondo Kabupaten Kudus terus mematangkan persiapan menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Tengah (Jateng) 2026. Persiapan kini difokuskan pada peningkatan teknik, taktik, strategi, serta mental bertanding.

Ketua Pengurus Kabupaten (Pengkab) Taekwondo Indonesia (TI) Kudus sekaligus pelatih, Andreas Sugianto, mengatakan pembinaan atlet telah dilakukan sejak sebelum pelaksanaan Pra-Porprov.

“Persiapan sudah dilakukan sejak sebelum Pra-Porprov. Latihan rutin hampir setiap hari,” ujar Andreas, Kamis, 17 September 2026.

Bacaan Lainnya

Empat atlet tersebut lolos melalui Pra-Porprov. Mereka akan memperkuat Kudus pada dua kategori, yakni Poomsae beregu putra dan Kyorugi putri.

Pada Pra-Porprov, atlet Kudus berhasil meraih medali perunggu. Hasil tersebut menjadi bahan evaluasi bagi tim pelatih untuk memperbaiki sejumlah kekurangan sebelum menghadapi persaingan pada Porprov.

Andreas menyebut persaingan Taekwondo di Jawa Tengah cukup ketat. Seluruh daerah memiliki atlet yang dipersiapkan untuk menghadapi kompetisi tersebut.

“Persaingannya ketat karena seluruh daerah memiliki atlet Taekwondo,” katanya.

Memasuki tahapan persiapan menuju Porprov, program latihan mulai diarahkan lebih spesifik sesuai nomor pertandingan.

Untuk Poomsae beregu, tim pelatih memberikan perhatian besar terhadap kekompakan atlet. Mereka harus mampu melakukan setiap gerakan secara bersamaan, baik dari sisi kecepatan, keseimbangan, kelenturan maupun tenaga.

Menurut Andreas, kesalahan satu atlet dapat memengaruhi penilaian seluruh tim.

“Di Poomsae beregu, kekompakan menjadi kunci. Gerakan harus sama, berirama, bertenaga, dan seimbang,” ungkapnya.

Sementara untuk Kyorugi, latihan diarahkan pada teknik serangan, counter, serta strategi menghadapi karakter lawan yang berbeda.

Atlet juga dilatih mengambil keputusan dengan cepat karena pertandingan Kyorugi berlangsung dengan tempo tinggi.

“Refleks harus dibentuk dari latihan yang berulang. Atlet harus terbiasa menghadapi berbagai tipe lawan,” jelas Andreas.