Puluhan Pecahan Mustaka Masjid Kuno Ditemukan di Kudus, Diperkirakan Berusia 400 Tahun

Wisnu Bayu Murti, penemu puluhan pecahan mustaka masjid kuno yang diperkirakan berusia 400 tahun. (Foto: Zonanews.id)

KUDUS, ZONANEWS.ID – Sebuah benda yang diduga merupakan bagian dari cagar budaya ditemukan di sekitar Dukuh Bongoro, Desa Purworejo, Kecamatan Bae, Kabupaten Kudus.

Benda berupa fragmen mustaka masjid kuno tersebut ditemukan terpisah dan sebagian masih terpendam di sekitar kompleks Masjid Baitul Muttaqin Purworejo.

Penemuan itu bermula ketika Wisnu Bayu Murti (29) berada di sekitar masjid pada Jumat, 11 September 2026. Ia melihat benda setengah terpendam di dalam tanah yang sekilas menyerupai gerabah.

Bacaan Lainnya

Karena penasaran, Wisnu kemudian mengangkat benda tersebut untuk melihat bentuknya lebih jelas.

Setelah diperiksa di sekitar lokasi, Wisnu menemukan sejumlah pecahan lain yang memiliki bentuk dan karakteristik serupa.

Fragmen-fragmen tersebut kemudian diamankan dengan bantuan takmir masjid dan rekan-rekannya untuk mencegah benda tersebut rusak atau hilang.

Dari proses pencarian awal, terdapat sekitar 30 fragmen berbahan tanah liat yang berhasil ditemukan. Bentuknya diduga berkaitan dengan mustaka masjid kuno pada masa awal perkembangan Islam di wilayah Kudus.

Wisnu memperkirakan benda tersebut memiliki usia sekitar empat abad. Perkiraan itu salah satunya didasarkan pada cerita masyarakat setempat yang menyebut Masjid Baitul Muttaqin telah berdiri sejak sekitar tahun 1600-an.

Menurut cerita yang berkembang di masyarakat, kawasan tersebut juga berkaitan dengan masa peralihan peradaban Hindu menuju Islam.

Masjid tersebut disebut pernah direncanakan memiliki sebuah menara yang menjadi bagian dari pusat kegiatan peribadatan masyarakat.

Dari hasil pengamatan awal, sejumlah fragmen memiliki ornamen yang menyerupai daun nanas, sulur, serta berbagai bentuk ukiran.

Namun, untuk memastikan usia, fungsi, dan asal-usul benda tersebut, diperlukan penelitian lebih lanjut oleh pihak yang memiliki kompetensi di bidang sejarah dan arkeologi.