KUDUS, ZONANEWS.ID – Bencana banjir yang melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Kudus, menyisakan kisah pilu bagi sebagian warga terdampak. Terkhusus bagi mereka yang masih bertahan di rumah, meski tergenang air.
Salah satu daerah tergenang banjir yakni Desa Jetiskapuan, Kecamatan Jati, Kabupaten Kudus. Sebagian warga masih memilih untuk tidak mengungsi dan tetap bertahan di rumah meski dikepung genangan air setinggi lutut.
Menurut keterangan Kusrini, air mulai menggenang di sekitar rumahnya, tepatnya di wilayah RT 2 RW 5, sejak Senin, 12 Januari 2025. Sejak saat itu, Ia dan keluarganya kesulitan menjalankan aktivitas sehari-hari. Ketinggian air mencapai 80 sentimeter.
“Di sini banjir itu sudah langganan, tapi yang sekarang ini agak parah. Air sampai masuk halaman rumah, bahkan ada yang masuk ke dalam rumah,” ujar Kusrini, Minggu, 18 Januari 2026.
Banjir tidak hanya merendam pemukiman warga, tetapi juga memutus akses jalan. Akibatnya, akses menuju lokasi pembelian kebutuhan pokok terputus dan membuat Kusrini dan warga lainnya kesulitan memperoleh bahan makanan.
“Kalau mau cari sembako jalannya putus. Kadang mau keluar juga malas karena air belum surut-surut. Akhirnya ya makan diirit-irit,” katanya.
Ia mengungkapkan, hingga beberapa hari setelah banjir, belum ada bantuan yang diterima oleh sebagian warga di lingkungannya. Dalam kondisi banjir seperti ini, keluarganya hanya bisa makan satu kali dalam sehari.
