KUDUS, ZONANEWS.ID – Tim tenis meja Kabupaten Kudus mulai mematangkan persiapan menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Tengah (Jateng) 2026. Sebanyak delapan atlet disiapkan untuk memperkuat Kudus dalam ajang olahraga tingkat provinsi tersebut.
Porprov Jawa Tengah 2026 dijadwalkan berlangsung pada 25 Oktober hingga 30 Oktober 2026 di wilayah Semarang Raya.
Ketua Persatuan Tenis Meja Seluruh Indonesia (PTMSI) Kabupaten Kudus, Heni Sandra Nurwati, mengatakan persiapan tim dilakukan secara bertahap dengan dukungan Persatuan Tenis Meja (PTM) Sukun.
Dari delapan atlet yang dipersiapkan, empat merupakan atlet putra dan empat lainnya atlet putri. Pada masing-masing kelompok terdapat tiga atlet dengan kategori usia di bawah 25 tahun atau U-25 serta satu atlet kategori usia bebas.
“Delapan atlet kami siapkan, empat putra dan empat putri. Masing-masing ada tiga atlet U-25 dan satu atlet usia bebas,” kata Henny, Sabtu, 19 September 2026.
Henny menjelaskan, para atlet yang dipersiapkan merupakan bagian dari pembinaan PTM Sukun. Begitu pula dengan jajaran pelatih yang menangani tim tenis meja Kudus.
Menurutnya, kondisi tersebut memberikan keuntungan dalam menyusun program latihan karena atlet sudah terbiasa menjalani pembinaan dalam satu lingkungan klub.
“Persiapan sudah kami lakukan sejak dini. Atlet dan pelatih semuanya dari PTM Sukun,” ujarnya.
Selain latihan teknik, persiapan atlet juga mencakup aspek fisik, kebugaran, pemenuhan kebutuhan gizi, waktu istirahat, hingga pendidikan. Program pembinaan tersebut dilakukan secara terarah untuk menjaga kondisi atlet tetap optimal selama menghadapi rangkaian pertandingan.
PTM Sukun, kata Heni, juga memiliki ahli gizi yang membantu mengatur kebutuhan makanan para atlet. Dengan dukungan tersebut, atlet diharapkan dapat menjalani latihan dan pertandingan secara maksimal.
“Pembinaan di Sukun sudah terarah, mulai dari latihan, fisik, gizi, istirahat hingga pendidikan atlet,” jelasnya.
Saat ini, persiapan tim disebut terus berjalan dengan intensitas tinggi. Para atlet hampir setiap hari menjalani latihan. Hari Jumat biasanya menjadi waktu libur, meskipun latihan fisik ringan masih dapat dilakukan menyesuaikan kebutuhan.
Program latihan tersebut tidak hanya diarahkan untuk meningkatkan kemampuan individu. Pelatih juga mempersiapkan komposisi pemain untuk nomor ganda, ganda campuran, hingga beregu.
Karena sebagian besar atlet berada dalam satu klub, proses mencocokkan pasangan dan menyusun strategi permainan dinilai lebih mudah dilakukan.
