Dari hasil peninjauan lapangan, Endhah mengakui masih banyak fasilitas yang perlu diperbaiki. Sejumlah wahana permainan rusak dan tidak lagi layak digunakan. Fasilitas lain seperti bangku taman hingga penerangan juga memerlukan pembenahan.
“Tadi kita lihat sendiri, banyak permainan yang sudah rusak, kolam air yang tidak berfungsi, bangku-bangku yang sudah tidak layak, serta lampu penerangan yang minim. Malam hari hanya satu lampu yang menyala,” ungkapnya.
Selain pembenahan fisik, TP PKK Kudus juga berencana mengaktifkan pelaku UMKM, termasuk UMKM binaan PKK, untuk mendukung aktivitas di area taman.
Kehadiran UMKM diharapkan dapat memenuhi kebutuhan pengunjung, khususnya anak-anak dan orang tua atau pendamping yang menemani.
“Nanti bisa kita aktifkan UMKM, misalnya untuk minum atau jajanan. Bisa bekerja sama dengan kader-kader PKK,” katanya.
Endhah menegaskan, revitalisasi Taman Adipura Jati akan dilakukan melalui kolaborasi lintas OPD, seperti Dinas PKPLH terkait penerangan dan penataan lingkungan, serta dukungan dari RS Mardi Rahayu melalui program CSR.
Ia menekankan pentingnya perawatan berkelanjutan agar fasilitas tetap terjaga dalam jangka panjang.
“Setelah dibangun, perawatannya juga harus dipikirkan untuk jangka panjang. Kita harus bergerak cepat karena penilaian KLA 2026 sudah mulai berproses. Targetnya Kudus bisa maju dan berhasil dalam penilaian Kabupaten Layak Anak,” pungkasnya. ***
