KUDUS, ZONANEWS.ID – Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Kudus mulai mengkaji dampak kebijakan work from home (WFH) terhadap kondisi lalu lintas di wilayah perkotaan.
Pemantauan akan dilakukan secara bertahap mulai Jumat, 10 April 2026 di sejumlah ruas jalan utama dan jalan strategis di kota Kudus.
Kebijakan ini merupakan tindak lanjut dari penerapan sistem kerja kombinasi antara work from office (WFO) dan WFH bagi Aparatur Sipil Negara (ASN), di mana 50 persen pegawai menjalankan WFH setiap hari Jumat secara bergiliran.
Kepala Bidang Sarana dan Prasarana serta Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ) Dishub Kudus, Mukhlisin, menegaskan bahwa pemantauan dilakukan untuk mengukur secara nyata pengaruh kebijakan tersebut terhadap kepadatan kendaraan.
“Pemantauan akan kami mulai Jumat, kemudian berlanjut setiap hari Selasa dan Jumat selama kurang lebih tiga minggu,” ujarnya.
Ia menjelaskan, pengamatan tidak dilakukan sekali saja, melainkan berulang agar data yang diperoleh lebih valid dan bisa dibandingkan antara hari WFH dan hari kerja normal.
“Kalau hanya satu kali tentu tidak cukup. Harus ada pembanding antara kondisi WFH dan non-WFH supaya bisa terlihat dampaknya secara jelas,” jelasnya.
Sebanyak lima lokasi menjadi fokus pemantauan, meliputi Jalan Ahmad Yani, Jalan Sunan Kudus, Jalan Sunan Muria, Jalan Jenderal Sudirman, serta kawasan Simpang Tujuh Kudus yang dikenal sebagai pusat aktivitas lalu lintas.
Menurut Mukhlisin, indikator yang digunakan dalam kajian ini antara lain volume kendaraan dan rasio kapasitas jalan atau volume to capacity ratio (VC ratio).
