Era Transportasi Digital, Organda Kudus Dorong Angkutan Umum Naik Kelas

Foto bersama usai pengukuhan pengurus DPC Organda Kabupaten Kudus. (Foto: Ayu Devi/Zonanews.Id)

KUDUS, ZONANEWS.ID – Perkembangan teknologi digital ikut mengubah pola mobilitas masyarakat, termasuk dalam memilih moda transportasi. Kondisi tersebut menjadi tantangan bagi angkutan umum konvensional di Kabupaten Kudus.

Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Organisasi Angkutan Darat (Organda) Kudus, Mahmudun menilai, pelaku transportasi perlu melakukan penyesuaian agar angkutan umum tetap memiliki daya tarik di tengah semakin berkembangnya layanan transportasi berbasis aplikasi dan tingginya kepemilikan kendaraan pribadi.

Bacaan Lainnya

Menurutnya, perkembangan zaman tidak bisa dihindari. Karena itu, sektor transportasi umum harus mampu mengikuti perubahan teknologi dan kebutuhan masyarakat.

“Suka tidak suka, transportasi ke depan harus lebih maju. Kita jangan sampai ketinggalan zaman,” kata Mahmudun, Usai pengukuhan pengurus DPC Organda Kudus di Aula Dishub Kabupaten Kudus, Selasa, 22 September 2026.

Ia mengatakan, keberadaan transportasi online menjadi salah satu faktor yang memengaruhi menurunnya minat masyarakat menggunakan angkutan umum konvensional.

Selain itu, masyarakat kini semakin mudah memiliki kendaraan pribadi. Bahkan, dalam satu keluarga tidak jarang terdapat beberapa sepeda motor yang digunakan untuk menunjang aktivitas sehari-hari.

“Dari situ membuat masyarakat memiliki lebih banyak pilihan dalam bepergian dan pada akhirnya mengurangi ketergantungan terhadap angkutan umum,” bebernya.

Dia mengungkapkan, kondisi angkutan kota maupun angkutan pedesaan di Kudus saat ini mengalami penurunan dibandingkan beberapa tahun sebelumnya.

Ia menyebut, dari sekitar 22 trayek yang sebelumnya beroperasi, kini jumlahnya diperkirakan hanya tersisa sekitar 12 trayek.

“Yang tadinya 22 trayek, sekarang mungkin tinggal sekitar 12 trayek,” ujarnya.

Menurutnya, penurunan tersebut tidak lepas dari perubahan kebiasaan masyarakat. Generasi muda, termasuk anak-anak sekolah, kini lebih banyak menggunakan kendaraan pribadi maupun memanfaatkan layanan transportasi berbasis aplikasi.

Padahal, penggunaan angkutan umum bagi masyarakat, khususnya pelajar yang belum memenuhi persyaratan untuk mengendarai sepeda motor, dinilai memiliki manfaat dari sisi keselamatan.

Mahmudun mengatakan, pihaknya sebelumnya juga pernah mendorong sosialisasi bersama Satlantas agar pelajar yang belum layak mengendarai sepeda motor dapat menggunakan angkutan umum.