Pantau Lalu Lintas di Lima Titik Strategis, Dishub Kudus Uji Dampak Nyata Kebijakan WFH

Traffic Light Perempatan Jember, Jl. Sunan Kudus. (Foto: Ayu Devi/Zonanews.id)

“Secara kasat mata, lalu lintas pada Selasa kemarin terlihat lebih lengang. Biasanya mendekati 100 persen, kemarin turun di kisaran 70 sampai 75 persen,” ungkapnya.

Ia menambahkan, jika rasio kendaraan sudah melampaui 90 persen, maka kondisi tersebut sudah dapat dikategorikan sebagai kemacetan.

Selain itu, Dishub juga akan menghitung jumlah kendaraan per jam, membandingkan waktu sibuk dan tidak sibuk, serta menilai kemampuan ruas jalan dalam menampung arus kendaraan.

Bacaan Lainnya

“Kami menargetkan ada penurunan kepadatan sekitar 25 persen sesuai dengan harapan dari kebijakan ini,” tambahnya.

Tidak hanya fokus pada lalu lintas, evaluasi juga mencakup aspek efisiensi energi, termasuk pengurangan konsumsi bahan bakar dan listrik di lingkungan perkantoran.

“Dengan berkurangnya pegawai di kantor, otomatis penggunaan listrik seperti AC juga bisa ditekan,” katanya.

Hasil dari pemantauan ini nantinya akan menjadi bahan evaluasi kebijakan yang direncanakan berlangsung selama enam bulan. Jika dinilai efektif, kebijakan WFH berpotensi untuk terus diterapkan.

“Kami berharap kebijakan ini bisa mendukung efisiensi energi sekaligus berdampak positif pada kelancaran lalu lintas,” pungkasnya.***