Wisata Sembodro, Inovasi CFD Desa Hadipolo yang Dongkrak Ekonomi Warga

Wisata Sembrodo (Pasar Tengah Sawah Mbareng Bodro) di Desa Hadipolo, Kecamatan Jekulo, Kabupaten Kudus. (Foto: Siti Islamiyah/Zonanews.id)
Seremonial pembukaan Wisata Sembrodo (Pasar Tengah Sawah Mbareng Bodro) di Desa Hadipolo, Kecamatan Jekulo, Kabupaten Kudus. (Foto: Siti Islamiyah/Zonanews.id)

“Ini merupakan ide TP PKK Desa Hadipolo terutama Pokja II, bagaimana kita bisa mendorong wanita untuk bisa membantu kesejahteraan keluarga dengan keahlian. Pada kali ini melalui berdagang ini,” kata Kusmiarsih.

Pembukaan Sembodro pun sukses menyedot animo masyarakat. Dengan waktu persiapan yang sangat singkat, yakni hanya tiga minggu, Wisata Tengah Sawah ini diminati oleh sebanyak 128 pedagang. Baik dari sektor kuliner, fashion maupun kerajinan.

“Ini melebihi ekspektasi awal kita yang kita kira cuma akan ada 50 pedagang, tapi ternyata yang daftar banyak dan hari pertama ini ada 128 pedagang yang menjajakan dagangannya,” tuturnya.

Bacaan Lainnya

Kusmiarsih menyebut bahwa Sembodro akan menjadi agenda setiap hari minggu pati seperti Car Free Day (CFD) di area tengah sawah Desa Hadipolo. Di samping itu, akan dihadirkan pula pada momentum Ramadhan setiap sore hari.

Ketua TP PKK Kecamatan Jekulo, Ika Adji Setiawan memberikan apresiasi terhadap penyelenggaraan Wisata Sembodro. Katanya, kegiatan semacam ini baru ada di Desa Hadipolo untuk area wilayah kecamatan setempat.

“Harapannya ini bisa menular ke desa lain, karena dampaknya sangat baik untuk geliat perekonomian di tingkat desa, dan memberdayakan perempuan untuk mendapatkan penghasilan,” tuturnya.

Anggota DPRD Kudus Fraksi Partai Gerinda, Galih Saputro, yang juga merupakan warga Desa Hadipolo, menyatakan siap untuk mendukung keberlanjutan Sembodro. Termasuk, menyediakan wahana baru berupa wisata memancing.

“Tadi ada usulan untuk ditambah mancing, nanti ke depan akan saya upayakan agar ada mancing juga. Lokasinya sudah ada nanti tinggal disiapkan,” tuturnya.

Galih juga akan melakukan pendataan terhadap UMKM lokal, untuk nantinya diupayakan mendapat bantuan hibah atau semacamnya dari pemerintah daerah maupun swasta. Pendataan ini juga sekaligus untuk memetakan potensi pariwisata.

“Saya harap, kegiatan ini tidak berhenti di seremonial saja, tetapi terus berjalan hingga ke depannya,” tukasnya. ***