Urgensi Sekolah Rakyat di Kudus, Dinsos: Sasar Anak Putus Sekolah dan Putus Mata Rantai Kemiskinan

Kepala Dinas Sosial P3AP2KB Kabupaten Kudus, Putut Winarno. (Foto: Siti Islamiyah/Zonanews.id)

KUDUS, ZONANEW.ID — Program Sekolah Rakyat (SR) dinilai sangat dibutuhkan di Kabupaten Kudus, khususnya untuk menjangkau anak-anak yang putus sekolah maupun tidak melanjutkan pendidikan karena keterbatasan ekonomi keluarga.

Kepala Dinas Sosial P3AP2KB Kudus, Putut Winarno mengatakan, keberadaan Sekolah Rakyat menjadi salah satu program yang dinilai strategis untuk membantu anak-anak dari keluarga kurang mampu mendapatkan kembali akses pendidikan.

“Ini program bagus. Di mana anaknya yang tidak sekolah, putus sekolah, tidak mau sekolah itu bisa di SR. Orang tuanya nanti kurang mampu diberdayakan,” ujar Putut, belum lama ini.

Bacaan Lainnya

Menurutnya, program tersebut tidak hanya berfokus pada pendidikan anak. Orang tua siswa juga akan mendapatkan pemberdayaan agar kondisi ekonomi dapat meningkat dan tidak menjadi faktor yang menyebabkan anak putus sekolah.

“Sekolahnya kan dibiayai. Artinya ini program yang paling bagus untuk pengentasan kemiskinan yang pertama itu,” katanya.

Ia menjelaskan, persoalan putus sekolah tidak semata-mata disebabkan oleh keengganan anak untuk bersekolah.

Kondisi ekonomi orang tua juga menjadi salah satu faktor yang perlu mendapat perhatian sehingga intervensi program dilakukan terhadap anak sekaligus keluarganya.

Rencananya, sasaran utama program tersebut adalah anak-anak usia sekolah yang mengalami putus sekolah, terutama mereka yang berasal dari keluarga kurang mampu yang masuk dalam kategori desil 1 dan 2.

Jika ditemukan anak yang memenuhi kriteria, nantinya akan dilakukan penjangkauan agar dapat kembali memperoleh pendidikan melalui Sekolah Rakyat.