Tingkat Kesembuhan Pasien TBC di Kudus Tinggi, DKK Kencangkan Screening

Staf Program Mentari Sehat Indonesia (MSI) Kudus Amiruddin Siregar dan Kepala DKK Kudus Andini Aridewi saat kegiatan Pernyataan Bersama Optimalisasi Penemuan Kasus dan Komitmen Penanggulangan TBC di Kabupaten Kudus di Hotel Griptha, Selasa, 13 Desember 2022. (MIA)

Pihaknya melanjutkan, ada tujuh rumah sakit umum (RSU) dan dua rumah sakit ibu dan anak (RSIA) yang sudah bisa memberikan layanan pemeriksaan dan pengobatan penyakit TBC. Lalu, ada 19 puskesmas di Kudus juga sudah menjadi satelit penanganan TBC di Kabupaten Kudus.

“DKK Kudus juga sudah melakukan MoU dengan 117 klinik dan dokter praktek mandiri dalam penanganan TBC,” tambahnya.

Sementara itu, Staf Program Mentari Sehat Indonesia (MSI) Kudus Amiruddin Siregar menuturkan, pihaknya juga turut membantu menanggulangi TBC di wilayah setempat. Hal ini diwujudkan dengan cara melakukan investigasi kontak kasus TBC melalui kader-kader MSI.

Bacaan Lainnya

“Kader MSI sudah ada hampir di seluruh puskesmas yang ada di Kudus. Setiap puskesmas mimiliki 1-2 kader MSI,” ujarnya, Selasa, 13 Desember 2022.

Katanya, para Kader MSI membantu sebatas investigasi kontak atau tracing ke rumah pasien TBC. Ketika ada indikasi suspect, selanjutnya akan laporkan ke puskesmas untuk segera ditangani.

Selanjutnya, pihak puskesmas akan merujuk ke faskes yang memiliki alat pendeteksi penyakit TBC. Jika memang positif, puskesmas akan memberitahu kader MSI supaya bisa melakukan investigasi kontak lebiu lanjut. ***