KUDUS, ZONANEWS.ID – Realisasi investasi di Kabupaten Kudus mencapai Rp1,37 triliun pada triwulan II 2026. Capaian tersebut tersebar di berbagai sektor usaha dengan total 7.380 proyek dan mampu menyerap sebanyak 12.074 tenaga kerja.
Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Kudus, Muhammad Fitrianto, mengatakan masuknya investasi memberikan kontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi daerah.
Selain mendorong aktivitas usaha, investasi juga berperan dalam menciptakan kesempatan kerja bagi masyarakat.
”Ya pasti, dengan adanya investasi akan berdampak pada peningkatan perekonomian masyarakat dan penyerapan tenaga kerja,” katanya, Jumat, 9 Oktober 2026.
Berdasarkan data realisasi investasi triwulan II 2026, sektor industri menjadi penyumbang terbesar dengan nilai investasi mencapai Rp 1,008 triliun atau sekitar 73,3 persen dari total investasi. Sektor ini mencatat 3.641 proyek dan menyerap 6.127 tenaga kerja, sehingga menjadi sektor utama dalam mendorong penanaman modal di Kabupaten Kudus.
Di posisi kedua, sektor perdagangan besar dan eceran membukukan investasi sebesar Rp 180,77 miliar atau setara 13,1 persen dari keseluruhan realisasi. Sebanyak 2.222 proyek tercatat di sektor tersebut dengan jumlah tenaga kerja yang terserap mencapai 3.277 orang.
Sementara itu, sektor aktivitas kesehatan manusia dan aktivitas sosial mencatatkan investasi senilai Rp 51,91 miliar melalui 33 proyek dengan serapan 647 tenaga kerja.
Adapun sektor penyediaan akomodasi serta makan minum membukukan investasi Rp26,51 miliar dari 126 proyek yang mampu menyerap 521 pekerja.
Fitrianto mengungkapkan, perkembangan investasi di Kudus pada tahun ini menunjukkan kecenderungan meningkat. Meski demikian, pertumbuhan tersebut masih banyak ditopang oleh pelaku usaha berskala mikro yang turut berkontribusi terhadap pergerakan ekonomi lokal.
