Tingkat Kesembuhan Pasien TBC di Kudus Tinggi, DKK Kencangkan Screening

Staf Program Mentari Sehat Indonesia (MSI) Kudus Amiruddin Siregar dan Kepala DKK Kudus Andini Aridewi saat kegiatan Pernyataan Bersama Optimalisasi Penemuan Kasus dan Komitmen Penanggulangan TBC di Kabupaten Kudus di Hotel Griptha, Selasa, 13 Desember 2022. (MIA)

KUDUS, ZONANEWS.ID – Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Kudus membebetkan bahwa tingkat kesembuhan pasien atau success rate penyakit tuberkulosis (TBC) di Kabupaten Kudus pada tahun 2022 terbilang tinggi yaitu mencapai 88,6 persen. Capaian ini bahkan mendekati target success rate penyakit TBC yang ditentukan nasional yaitu sebesar 90 persen.

Sedangkan untuk temuan kasus TBC di Kabupaten Kudus pada tahun 2022 ada sebanyak 1977 kasus positif. Angka tersebut juga hampir mendekati target temuan yang ditentukan oleh DKK Kudus untuk tahun ini, yakni sebanyak 2143 kasus.

“Target temuan itu memang harus ditingkatkan mendekati estimasi yang ada. Artinya bagaimana kita berupaya kalau ada kasus harus melakukan investigasi kontak menemukan kasusnya lagi supaya tidak semakin meluas,” kata Kepala DKK Kudus Andini Aridewi dalam kegiatan Pernyataan Bersama Optimalisasi Penemuan Kasus dan Komitmen Penanggulangan TBC di Kabupaten Kudus di Hotel Griptha, Selasa, 13 Desember 2022.

Bacaan Lainnya

Dirinya menjelaskan, keberhasilan Kudus dalam opimalisasi penemuan kasus dan succes rate TBS didukung oleh adanya keterlibatan berbagai pihak. Tidak hanya pihak-pihak di bidang kesehatan, dinas terkait di Pemkab Kudus juga turut andil dalam penanggulangan dan penanganan penyakit TBC.

“Tidak hanya faskes saja, tapi Pemkab juga dilibatkan, seperti Bappeda, pihak swasta hingga kader-kader Mentari Sehat Indonesia,” paparnya.

Andini menyebut, upaya preventif dan penanganan terus dilakukan dan melibatkan seluruh pihak. Mulai dari kegiatan promotif pencegahan penyakit TBC hingga menyediakan alat pendeteksi sampai pemantauan pasien penderita TBC di Kudus.

“Di Kudus sendiri sudah ada Perbup terkait RAD atau rencana aksi daerah penanggulangan TBC. Ada juga Perda untuk pencegahan dan pengendalian penyakit,” ungkapnya.