KUDUS, ZONANEWS.ID – Hamparan sawah di Desa Karangrowo, Kecamatan Undaan, Kabupaten Kudus berubah menyerupai danau akibat banjir yang belum surut selama lebih dari satu bulan.
Genangan air setinggi lebih dari satu meter merendam ratusan hektare tanaman padi yang sebagian besar sudah memasuki masa panen, sehingga terancam gagal panen atau puso.
Ketua Gapoktan Desa Karangrowo, Hawi Sukamto, mengatakan banjir kali ini berdampak pada sekitar 130 hektare lahan pertanian. Di sejumlah titik, ketinggian air bahkan mencapai 1,5 meter.
“Padi banyak yang sudah tua dan siap dipanen, tapi sampai sekarang masih terendam. Akhirnya tidak bisa dipanen sama sekali,” ujar Hawi, Jumat, 20 Februari 2026.
Ia menjelaskan, meskipun ada beberapa petak sawah yang terlihat tidak tergenang, kondisi tanah di bagian bawah masih basah dan berlumpur.
Hal itu membuat proses panen tidak memungkinkan dilakukan menggunakan mesin maupun tenaga manual.
“Yang kelihatannya kering pun bawahnya masih berair. Mesin panen tidak berani masuk, dan petani juga kesulitan karena sawahnya masih tergenang,” katanya.
Akibat banjir berkepanjangan tersebut, kerugian petani diperkirakan cukup besar. Hawi menyebut rata-rata kerugian yang dialami petani mencapai Rp8 juta hingga Rp10 juta per hektare, terhitung sejak biaya tanam hingga perawatan menjelang panen.
“Kalau satu hektare bisa rugi sampai sepuluh juta rupiah, bisa dibayangkan kalau yang terdampak ratusan hektare, nilainya sangat besar,” ungkapnya.
Terkait program asuransi pertanian, Hawi mengaku hanya sebagian petani yang mengajukan klaim. Dari sekitar 100 hektare lahan yang seharusnya dapat didaftarkan, baru sekitar 30 hektare yang diproses.
