KUDUS, ZONANEWS.ID – Kisah perjalanan dakwah Sunan Muria hingga kini masih menjadi bagian penting sejarah Islam di kawasan lereng Gunung Muria, khususnya di wilayah Kabupaten Kudus.
Metode dakwahnya yang membumi, adaptif, dan dekat dengan kehidupan masyarakat terus diwariskan lintas generasi dan menjadi identitas religius masyarakat setempat.
Ketua Dewan Pembina Yayasan Masjid dan Makam Sunan Muria, Mastur, menjelaskan bahwa Sunan Muria memiliki nama asli Raden Umar Said dan diyakini bukan penduduk asli wilayah Muria.
“Beliau datang dari seberang, ada yang memperkirakan dari Timur Tengah atau India bagian selatan. Yang jelas beliau datang membawa misi dakwah,” ujarnya baru-baru ini.
Menurut Mastur, perjalanan awal Sunan Muria dikisahkan membawa seekor kerbau yang kemudian berhenti di kawasan Petroko, dekat Desa Ternadi.
Di lokasi tersebut sempat muncul rencana mendirikan masjid, namun Sunan Muria merasa mendapat petunjuk untuk melanjutkan perjalanan menuju puncak Muria.
“Sesampainya di sini, kerbau itu merumput dan berputar-putar di area sekitar 19 ribu meter persegi. Dari situlah beliau menetap, mendirikan masjid dan memusatkan dakwah Islam,” katanya.
Masjid yang berdiri di lokasi tersebut kini dikenal sebagai Masjid Sunan Muria dan menjadi salah satu tujuan utama ziarah Wali Songo di Jawa Tengah.
