KUDUS, ZONANEWS.ID – Bupati Kudus Sam’ani Intakoris mengajak generasi muda untuk berani bercerita dan tidak ragu mencari bantuan ketika menghadapi persoalan yang memengaruhi kesehatan mental.
Dukungan keluarga, sekolah, dan lingkungan sosial dinilai penting untuk membantu anak-anak dan remaja menghadapi berbagai tekanan kehidupan.
Ajakan tersebut disampaikan Bupati Sam’ani saat menghadiri peringatan Hari Kesehatan Jiwa Sedunia (HKJS) 2026 di Pendapa Kabupaten Kudus, Sabtu, 24 Oktober 2026.
Kegiatan ini mengusung semangat Sehat Jiwa, Kuat Bersama dengan tajuk Pengalaman Hidup Didengar: Suara Nyata, Perubahan Nyata. Acara tersebut diselenggarakan oleh Ikatan Psikolog Klinis Indonesia (IPK) Wilayah Jawa Tengah.
Dalam kegiatan yang bekerja sama dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Kudus tersebut, masyarakat memperoleh layanan pemeriksaan kesehatan fisik, skrining kesehatan mental, konseling gratis, hingga terapi seni atau art therapy.
Sam’ani mengatakan, persoalan kesehatan jiwa dapat dialami siapa saja. Berbagai masalah, mulai dari keluarga, pergaulan, asmara, hingga pendidikan, membutuhkan perhatian dan pendampingan yang tepat.
“Anak-anak kita perlu mendapatkan edukasi, semangat, dan ruang untuk bercerita. Peran keluarga sangat penting, kemudian lingkungan sekolah dan pergaulan juga harus memberikan dukungan,” ujarnya.
Ia juga menyoroti perundungan atau bullying yang dapat terjadi secara langsung maupun melalui media sosial. Menurutnya, perkembangan teknologi perlu diimbangi dengan perilaku bijak dalam berkomunikasi agar tidak berdampak buruk terhadap kondisi psikologis seseorang.
Sam’ani mendorong orang tua, guru, psikolog, tokoh agama, dan tokoh masyarakat untuk bersama-sama menciptakan lingkungan yang aman dan mendukung kesehatan mental generasi muda.
Ia juga menekankan pentingnya peran guru bimbingan konseling (BK) dalam membantu siswa menghadapi persoalan di sekolah.
