“Kalau di TK, SD itu mulai pukul 08.00 sampai 08.30, kalau SMA memang sedikit siang sekitar pukul 10.00 sampai 11.00. Ini nanti ke depan akan dievaluasi lagi untuk pemorsian makanan yang jam siang,” tambahnya.
Kemudian, terkait dengan temuan ulat dalam sayur kacang panjang pada hari pertama pendistribusian MBG di SMAN 1 Kudus, Senin, 14 April 2025 minggu lalu, Febria juga menyebut hanya terdapat di satu box makanan saja.
“Untuk ulat juga kebetulan di sekolah itu saja, tidak ditemukan si sekolah lain. Kan itu juga hari pertama, memang tim relawan masak masih hari pertama operasional, istilahnya masih kaget untuk ratusan porsi dan ada kunjungan juga,” terangnya.
“Mungkin kurang teliti. Karena ulat dalam sayur juga tidak terlihat kalau sudah disajikan. Dari ahli gizi sudah mengecek, memang kebetulan terjadi seperti itu. Ke depan akan kami evaluasi kembali,” tambahnya.
Untuk diketahui, SPPG Jepangpakis menyasar sekitar 2.966 siswa yang tersebar di 14 sekolah di wilayah Kecamatan Kota dan Jati. Salah satu sekolah sasaran yakni di SMAN 1 Kudus dengan jumlah siswa sasaran sekitar 823 orang. ***
