Mahasiswa UMK Gelar Aksi Doa dan Lilin, Tuntut Proses Hukum Terbuka Kasus Dugaan Kekerasan Aparat Maluku

Mahasiswa Universitas Muria Kudus (UMK) Gelar Aksi doa bersama dan nyalakan lilin di Alun-alun Simpang Tujuh Kudus. (Foto: Ayu Devi/Zonanews.id)

Dalam pernyataan sikapnya, mahasiswa menyuarakan sejumlah tuntutan, mulai dari pemecatan tidak hormat terhadap pelaku jika terbukti bersalah, pemberian kompensasi kepada keluarga korban, hingga reformasi internal kepolisian agar kejadian serupa tidak terulang.

Massa juga menyerukan pencopotan Listyo Sigit Prabowo sebagai bentuk tanggung jawab komando.

Aksi tersebut turut dihadiri Kapolres Kudus, AKBP Heru Dwi Purnomo dan Bupati Kudus, Sam’ani Intakoris.

Bacaan Lainnya

Dalam salah satu momen simbolik, mahasiswa membawa sebuah cermin besar dan meminta Kapolres Kudus berdiri menghadapnya sebagai ajakan refleksi institusi terhadap praktik kekerasan aparat.

Mengacu pada informasi yang berkembang di media nasional, insiden bermula saat patroli penertiban balap liar di wilayah Kota Tual dan Kabupaten Maluku Tenggara.

Dalam kronologi yang beredar, seorang anggota Brimob diduga melakukan pemukulan dengan helm taktikal terhadap pengendara sepeda motor hingga menyebabkan korban mengalami luka serius dan meninggal dunia.

Aksi di Simpang Tujuh berlangsung damai dengan pengawalan aparat keamanan. Mahasiswa menyatakan komitmennya untuk terus mengawal perkembangan kasus.***