“Kami juga menyediakan menu daging, tapi supaya anak-anak tidak bosan, dan gizinya tinggi serta harganya tidak mahal, kami sajikan menu ikan juga,” jelasnya.
Hal serupa disampaikan oleh Pengelola SPPG Bhayangkari Kramat, Adrian menyebut bahwa inovasi pengolahan ikan terus dilakukan agar lebih menarik bagi anak-anak.
Menu tidak hanya disajikan dalam bentuk goreng, tetapi juga diolah menjadi hidangan seperti katsu atau crispy.
“Menu ini untuk selingan daging, jadi diberi menu ikan, ada cumi, kakap, udang, biar anak-anak juga tidak bosan,” ucapnya.
Sementara itu, Satgas MBG yang juga Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Kudus, Eko Djumartono, menyampaikan bahwa hingga saat ini belum ada edaran resmi terkait kebijakan tersebut.
Namun, pihaknya menyatakan dukungan penuh terhadap rencana pemerintah pusat dan siap menindaklanjuti jika kebijakan telah ditetapkan secara resmi.
“Ketika nanti ada surat resmi, kami akan segera sikapi. Kami akan kumpulkan koordinator SPPG dan OPD terkait, termasuk memastikan menu yang ditawarkan tiap bulan untuk lebih banyak ikan,” terangnya.
Menurutnya, bahan baku ikan di Kabupaten Kudus mudah didapat. Sehingga, jika program itu diterapkan, SPPG di Kudus tidak kesulitan menemukan bahan bakunya.
“Ikan memiliki banyak kandungan omega yang bisa membuat anak-anak jadi lebih cerdas. Jadi kami sangat mendukung jika memang wacana program tersebut resmi diadakan,” ucapnya.
