KUDUS, ZONANEWS.ID — Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Kudus merilis perkembangan Indeks Harga Konsumen (IHK) November 2025.
Dari laporan tersebut, sejumlah komoditas pangan mengalami fluktuasi cukup tajam, dengan telur ayam ras dan daging ayam ras menjadi penahan utama inflasi bulan ini berkat penurunan harga yang signifikan. Selasa, 02 Desember 2025
Dalam perhitungan month-to-month (M-to-M), komoditas telur ayam ras tercatat memberikan andil deflasi terbesar sebesar -0,031. Daging ayam ras menyusul dengan andil -0,024. Selain itu, beberapa komoditas lain seperti salak (-0,018), beras (-0,007), dan semangka (-0,006) juga berkontribusi menekan laju inflasi.
Statistisi Ahli Madya BPS Kabupaten Kudus, Kusuma Agung Handaka, menjelaskan bahwa turunnya harga ayam dan telur tidak lepas dari membaiknya pasokan dari peternak. Hal ini dipengaruhi oleh stabilnya harga pakan dalam beberapa bulan terakhir.
“Biaya pakan yang mulai stabil membuat peternak bisa menjaga produksi dengan lebih baik. Dampaknya terlihat jelas pada stabilisasi harga telur dan daging ayam di pasar,” ujarnya.
Meski demikian, inflasi secara bulanan tetap terdorong oleh kenaikan sejumlah komoditas hortikultura. Bawang merah menjadi penyumbang inflasi terbesar pada November dengan andil 0,041, disusul cabai merah (0,027), emas perhiasan (0,025), cabai rawit (0,024), dan tomat (0,023).
Faktor cuaca serta distribusi yang belum sepenuhnya pulih disebut menjadi penyebab utama naiknya harga komoditas tersebut.
“Menjelang akhir tahun, permintaan bawang dan cabai meningkat, tetapi pasokannya turun dibandingkan bulan sebelumnya. Cuaca juga memengaruhi kelancaran distribusi dari sentra produksi,” kata Kusuma.
Sementara itu, secara year-on-year (Y-on-Y), komoditas emas perhiasan masih menjadi penyumbang inflasi tahunan terbesar dengan andil 0,50. Kenaikan harga ini dipengaruhi tren penguatan harga emas internasional. Komoditas lain yang ikut mendorong inflasi tahunan antara lain cabai merah (0,29), tarif rumah sakit (0,15), mobil (0,13), dan beras (0,12).
Di sisi lain, beberapa komoditas justru memberi andil deflasi tahunan, seperti bawang putih (-0,08), telepon seluler (-0,06), laptop/notebook (-0,02), serta semangka dan tomat yang masing-masing mencatat andil -0,02. Menurut Kusuma, penurunan harga perangkat elektronik sejalan dengan ketatnya persaingan pasar dan cepatnya siklus pergantian produk.
“Produsen gencar merilis seri baru, sehingga harga model sebelumnya turun cukup signifikan. Ini turut menekan inflasi tahunan di Kudus,” jelasnya.***
