DKK Kudus Catat Sekitar 500 Bayi Lahir dengan Masalah Gizi Setiap Tahun, Zero Stunting Mustahil?

Ilustrasi. Penimbangan bayi. (Foto: Siti Islamiyah/Zonanews.id)

KUDUS, ZONANEWS.ID – Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Kudus mencatat sekitar 500 bayi lahir dengan masalah gizi setiap tahunnya. Baik itu, stunting, bayi dengan Berat Badan Lahir Rendah (BBLR), hingga prematur.

Hal itu yang kemudian menjadi perhatian khusus dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kudus. Terlebih, terhitung hingga Januari 2026 sudah ada sebanyak 1.959 bayi maupun balita yang terdeteksi mengalami stunting di Kota Kretek.

Stunting sendiri merupakan kondisi gagal tumbuh pada anak di bawah lima tahun akibat kekurangan gizi kronis dan infeksi berulang, terutama pada 1.000 hari pertama kehidupan. Ditandai dengan tinggi badan di bawah standar usianya.

Bacaan Lainnya

Hal ini membuat cita-cita untuk zero stunting seolah-olah menjadi hal yang mustahil. Namun, berbagai upaya terus dilakukan oleh Pemkab Kudus agar angka stunting tidak terus bertambah dan derajat kesehatan mengalami peningkatan.

“Upaya kita saat ini berusaha untuk menekan angka stunting agar tidak terus bertambah, melalui pencegahan dimulai dari mempersiapkan calon ibu sampai bayi itu lahir,” ujar Sekretaris DKK Kudus, Nuryanto, Selasa, 24 Februari 2026.

Pihaknya menerangkan bahwa kegiatan sosialisasi sebagai upaya pencegahan stunting telah sering dilakukan. Termasuk melakukan pendamping di posyandu, puskesmas, klinik, rumah sakit maupun fasilitas kesehatan lainnya.

Penanganan stunting juga menjadi perhatian dari DKK Kudus. Dimana ketika anak balita sudah lulus atau sembuh dari stunting, bagaimana upaya dari setiap pihak agar dapat mempertahankan anak tersebut agar tidak kembali stunting.