DKK Kudus Catat Sekitar 500 Bayi Lahir dengan Masalah Gizi Setiap Tahun, Zero Stunting Mustahil?

Ilustrasi. Penimbangan bayi. (Foto: Siti Islamiyah/Zonanews.id)

“Kita lakukan penguatan deteksi dini, lalu melalukan orientasi kepada para tenaga kesehatan agar penanganan stunting bisa maksimal. Kita juga sosialisasi terus kepada calon ibu agar rutin memeriksakan kesehatan,” tandasnya.

Selain itu, DKK Kudus juga mengawal khusus dalam penanganan stunting dengan Pemberian Makanan Tambahan (PMT) lokal, Pangan Olahan untuk Keperluan Medis Khusus (PKMK), serta Pangan Olahan Diet Khusus (PDK).

“Target kita tahun 2026 ini stunting bisa turun ke angka 10 persen dari tahun 2024 lalu yang juga mengalami penurunan di angka 13,2 persen dari data SSGI (Survei Status Gizi Indonesia),” tandasnya.

Bacaan Lainnya

Sedangkan untuk data E-PPGBM (Elektronik-Pencatatan dan Pelaporan Gizi Berbasis Masyarakat) atau penimbangan rutin di posyandu, pada tahun ini mengalami peningkatan dari angka 3,7 persen di akhir 2025 menjadi 3,8 di awal Januari 2026.

“Semoga angkanya nanti bisa turun. Berbagai upaya sudah dilakukan terus menerus dengan melibatkan berbagai pihak, termasuk orang tua atau keluarga terkait dengan pola asuh dan pemberian gizi seimbang,” tukasnya. ***