KUDUS, ZONANEWS.ID – Suasana yang semula dipersiapkan untuk menyambut hari bahagia sebuah keluarga di Desa Jepang, Kecamatan Mejobo, Kabupaten Kudus, mendadak berubah menjadi kepanikan.
Calon pengantin (Catin) mempelai perempuan yang dijadwalkan melangsungkan akad nikah justru tidak diketahui keberadaannya hingga hari pernikahan tiba.
Perempuan berinisial DNL (27), warga Desa Jepang RT 3 RW 3, dilaporkan meninggalkan rumah sejak Sabtu, 31 Oktober 2026. Padahal, akad nikah dengan calon suaminya, DL (26), warga Desa Bulungcangkring, Kecamatan Jekulo, telah dijadwalkan berlangsung pada Senin, 2 November 2026 pukul 08.00 WIB.
Akibat kejadian tersebut, prosesi pernikahan terpaksa ditunda. Berbagai persiapan yang telah dilakukan kedua keluarga, termasuk pemasangan tenda di rumah mempelai perempuan, tidak dapat digunakan sesuai rencana.
Bahkan, keluarga calon mempelai pria bersama petugas dari Kantor Urusan Agama (KUA) Mejobo sudah datang ke lokasi. Namun, hingga waktu pelaksanaan akad tiba, DNL tak kunjung muncul.
Kepala Desa Jepang, Indarto, membenarkan informasi hilangnya calon mempelai perempuan tersebut. Menurutnya, pemerintah desa mengetahui kejadian itu setelah keluarga berusaha mencari keberadaan DNL, tetapi belum mendapatkan hasil.
“Iya benar, calon mempelai wanita belum ditemukan. Kegiatan penghulu dari KUA Mejobo dan calon mempelai pria sudah tiba di lokasi akad,” ujarnya saat dikonfirmasi, Selasa, 3 November 2026.
Indarto menjelaskan, berdasarkan keterangan keluarga, DNL terakhir terlihat pada Sabtu pagi setelah pulang dari kegiatan ziarah makam bersama keluarganya di wilayah Kecamatan Kota.
Setibanya di rumah sekitar pukul 09.30 hingga 10.00 WIB, DNL sempat berganti pakaian. Setelah itu, dia berpamitan kepada orang tuanya untuk mengikuti wawancara kerja di salah satu pabrik rokok di Kudus.
Namun, kepergian tersebut ternyata menjadi kali terakhir keluarga melihat keberadaan DNL. Hingga malam hari, perempuan berusia 27 tahun itu tidak kunjung pulang.
Keluarga yang mulai khawatir kemudian berinisiatif melakukan pencarian dengan meminta bantuan sejumlah tetangga. Beberapa lokasi yang diduga menjadi tujuan DNL turut didatangi.
Nomor telepon seluler DNL sempat diketahui masih aktif. Akan tetapi, setelah beberapa waktu, nomor tersebut tidak lagi dapat dihubungi.
Indarto mengaku belum mengetahui alasan pasti DNL meninggalkan rumah. Sebab, sebelum kejadian, tidak ditemukan tanda-tanda perubahan perilaku yang mengarah pada persoalan rencana pernikahan.
Sementara itu, Kasi Umum dan Pelayanan Desa Jepang sekaligus modin setempat, Chamdan, menyampaikan bahwa seluruh tahapan administrasi pernikahan kedua calon mempelai sebelumnya berjalan tanpa kendala.
