Bukan Cuma Soal Gizi, Konselor AIMI Sebut Peran Suami Kunci Sukses Ibu Menyusui

Konselor AIMI (Asosiasi Ibu Menyusui Indonesia), Rizki Maharani Eka Putri. (Foto: Ayu Devi/Zonanews.Id)

KUDUS, ZONANEWS.ID – Keberhasilan pemberian Air Susu Ibu (ASI) tidak hanya ditentukan oleh kecukupan gizi ibu, tetapi juga bergantung pada dukungan penuh dari suami dan keluarga.

Hal tersebut disampaikan Konselor Menyusui dari AIMI (Asosiasi Ibu Menyusui Indonesia) asal Bogor, Rizki Maharani Eka Putri, saat menjadi narasumber dalam Workshop Pekan Asi Sedunia 2026 di Pendapa Kabupaten Kudus.

Bacaan Lainnya

Dalam kesempatan itu, Rizki menjelaskan bahwa tema Pekan Menyusui Sedunia tahun ini mengangkat pesan tentang “Menyusui sebagai Awal Kehidupan yang Baik dan Berkelanjutan.”

Menurutnya, menyusui merupakan investasi jangka panjang bagi kesehatan anak, keluarga, sekaligus lingkungan karena lebih efisien dan ramah bumi.

“Menyusui itu lebih efisien, hemat, dan ramah lingkungan karena tidak menghasilkan banyak sampah. Yang paling penting adalah bagaimana membuat ibu bisa menyusui dengan optimal,” ujar Rizki, Rabu, 5 Agustus 2026.

Ia menuturkan, bayi dianjurkan mendapatkan ASI eksklusif selama enam bulan pertama kehidupan. Setelah memasuki usia enam bulan, bayi mulai diberikan Makanan Pendamping ASI (MPASI), namun pemberian ASI tetap harus dilanjutkan hingga usia minimal dua tahun.

“ASI eksklusif diberikan sampai enam bulan. Setelah itu mulai MPASI, tetapi ASI tetap diteruskan sampai minimal dua tahun. Bahkan jika proses menyapih berlangsung lebih dari dua tahun juga tidak masalah karena anak tetap membutuhkan masa adaptasi,” jelasnya.

Rizki menegaskan, keberhasilan ibu menyusui tidak bisa dibebankan kepada ibu seorang diri. Menurutnya, suami memiliki peran strategis sebagai pendamping sekaligus pelindung agar ibu tetap nyaman menjalani proses menyusui.