KUDUS, ZONANEWS.ID – Stroke tergolong dalam tiga besar besar penyakit penyebab kematian di dunia, termasuk di Indonesia. Biasanya kelompok rentan yang terserang stroke yakni usia 40 tahun ke atas.
Namun, tidak sedikit pula menjangkit kelompok usia di bawah 40 tahun. Terlebih, terhadap mereka yang tidak menerapkan pola hidup sehat dan abai dengan kesehatan tubuhnya.
Stroke adalah kondisi ketika pasokan darah ke otak terganggu karena penyumbatan (stroke iskemik) atau pecahnya pembuluh darah (stroke hemoragik).
Kondisi ini menyebabkan area tertentu pada otak tidak mendapat suplai oksigen dan nutrisi, sehingga terjadi kematian sel-sel otak.
Stroke merupakan keadaan darurat medis, karena tanpa suplai oksigen dan nutrisi, sel-sel pada bagian otak yang terdampak bisa mati hanya dalam hitungan menit.
Akibatnya, bagian tubuh yang dikendalikan oleh area otak tersebut tidak bisa berfungsi dengan baik.
Beberapa gejala stroke yang dapat muncul adalah: Pusing di kepala yang menyebabkan berjalan sempoyongan, kehilangan kesadaran seperti bingung, hilang ingatan.
Untuk memulihkan kondisi tubuh setelah mengalami stroke, penderita perlu melakukan terapi stroke. Jika tidak ditangani dengan baik, stroke dapat menyebabkan kerusakan parah otak, herniasi otak, dan bahkan kematian.
Dokter Spesialis Neurologi di RS Mardi Rahayu, dr. Kristina Margareta menyebut bahwa 80 persen penyakit stroke bisa dicegah. Tentunya dengan pola hidup sehat.
