52 SD dan SMP Bakal Jalankan Program Pertukaran Pelajar pada Januari 2026, Dijadwalkan Selama Sepekan

Sosialisasi program pertukaran pelajar yang berlangsung di SMP 5 Kudus, Rabu, 10 Desember 2025. (Foto: Siti Islamiyah/Zonanews.id)

KUDUS, ZONANEWS.ID – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kudus melalui Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga (Disdikpora) akan segera menjalankan uji coba program Pertukaran Pelajar Lokal pada Januari 2026 atau Semester Genap tahun ajaran 2025/2026.

Program pertukaran pelajar ini akan melibatkan 52 sekolah percontohan dari jenjang Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP), baik negeri maupun swasta. Masing-masing, terdiri dari 20 SD dan 32 SMP.

Pelaksanaan program pertukaran pelajar diproyeksikan mulai awal tahun 2026, atau sekitar tanggal 19 Januari 2026. Program ini dijadwalkan berlangsung selama sepekan, atau sampai 24 Januari 2026. Kemudian, penarikan pelajar dilakukan pada 26 Januari 2026.

Bacaan Lainnya

Kabid Pendidikan Dasar pada Disdikpora Kudus, Anggun Nugroho menyampaikan, pertukaran pelajar ini merupakan gagasasa dari Bupati Kudus, Sam’ani Intakoris. Program ini mengusung tagline “Berteman, Belajar, dan Berpengalaman”.

Dengan adanya program ini, diharapkan para pelajar yang menempuh pendidikan di jenjang SD dan SMP mendapatkan tambahan ilmu dan pengalaman. Mereka juga dapat merasakan suasana belajar yang berbeda di sekolah lain.

“Secara teknis, kami sudah sosialisasikan ke kepala sekolah yang ditunjuk pada 10 Desember di SMPN 5 Kudus. Yaitu berkaitan dengan juknis seperti apa program pertukaran pelajar lokal di Kudus dijalankan,” terangnya, Kamis, 11 Desember 2025.

Setelah sosialisasi, selanjutnya sekolah akan memilih, menentukan, dan mendaftarkan siapa saja peserta didik yang siap mengikuti pertukaran pelajar. Dalam pemilihan peserta didik, pihak sekolah juga harus berkomunikasi dengan orangtua siswa untuk mendapatkan izin.

Baca :  Seribuan Siswi SD Panaskan Arena MilkLife Soccer Challange Kudus Series 1 2024

Pada akhirnya peserta didik yang bersedia, berkompeten, dan memiliki sikap adaptasi bagus, serta mendapatkan izin orangtua yang bisa mengikuti program pertukaran pelajar.