Usia Muda, Usaha Laris Manis: Ana Sukses Bangun Bisnis Bikang Jadul di Kudus

Pemilik usaha Bikang Cungkil Menara, Nur Ida Asiana. (Foto: Ayu Devi/Zonanews.id)

Dalam sehari, produksi bikang yang diolah cukup besar. Pada hari biasa, Ana menghabiskan sekitar 40 kilogram adonan, sedangkan pada hari Minggu bisa mencapai 50 kilogram.

“Kalau hari biasa sekitar 40 kilo, kalau hari Minggu bisa sampai 50 kilo. Satu kilo itu jadi kurang lebih 35 biji bikang,” jelasnya.
Selain bikang, Ana juga menjual tahu mercon.

Usahanya buka setiap hari mulai pukul 08.00 hingga 20.00 WIB. Selama Ramadan, jam operasional berubah menjadi pukul 13.00 hingga 21.00 WIB.

Bacaan Lainnya

“Kalau Ramadan penjualan justru meningkat, Mbak. Walaupun jam jualannya lebih singkat, tapi tetap ramai,” katanya.

Usaha Bikang Cungkil Menara mulai ramai sejak viral pada Desember lalu. Sejak Januari, Ana juga sudah mengelola usahanya secara penuh.

Ana sendiri merupakan warga asal Tuban, Jawa Timur. Ia sebelumnya bekerja di sektor Badan Usaha Milik Negara (BUMN) bagian banker sebelum akhirnya memutuskan berwirausaha karena harus kembali ke Kudus untuk merawat ayahnya.

“Saya dulu kerja jadi banker. Tapi akhirnya memutuskan usaha karena harus pulang ke Kudus untuk merawat bapak. Itu alasan utama saya, dan alhamdulillah rezekinya malah lebih,” tuturnya.

Resep bikang yang digunakan berasal dari sang ibu yang memiliki latar belakang di bidang baking. Meski sempat mengalami kegagalan di awal produksi, Ana terus mencoba hingga menemukan rasa yang pas.

“Resepnya dari ibu. Awal-awal sempat gagal juga, tapi terus dicoba sampai dapat yang pas,” katanya.

Melihat peluang pasar di Kudus, Ana optimistis makanan tradisional masih memiliki tempat di hati masyarakat, terutama jika dikemas dengan inovasi dan konsistensi.

“Saya lihat pekerja di Kudus itu suka jajan. Jadi saya yakin makanan jadul seperti bikang ini masih bisa diterima semua kalangan,” pungkasnya.***