KUDUS, ZONANEWS.ID — Universitas Padjadjaran (Unpad) membenarkan bahwa pihak penyelenggara seleksi perangkat desa (Perades) di Kudus wanprestasi. Meski begitu, Unpad masih kekeh bahwa pengumuman hasil ujian seleksi Perades sudah real-time.
Hal itu didasarkan pada hasil ujian yang tidak diumumkan di satu atau dua hari setelahnya. Memang pengumuman tidak disampaikan sesaat setelah peserta menyelesaikan ujian, namun skor akhir disampaikan di hari yang sama. Kendati jedanya lebih dari satu jam.
Perwakilan dari Unpad, Juli Rejito menjelaskan real time memiliki makna begitu peserta ujian selesai mengerjakan soal, langsung diketahui jawaban benar atau salahnya. Hal ini berlaku bagi pertanyaan yang hanya memiliki dua pilihan nilai. Misal benar nilainya 5 dan salah nilainya 0.
Berbeda dengan nilai psikotes. Di mana setiap jawaban memiliki bobot nilainya sendiri. Sehingga sistem dikatakan Juli perlu mengetahui semua jawaban peserta terlebih dahulu untuk akhirnya keluar skor keseluruhan atau skor akhir.
“Kalau materi umum dan khusus bisa langsung keluar nilainya. Tapi kalau psikotes, kita perlu serangkaian proses skoring. Jadi tidak bisa langsung diumumkan saat itu juga ketika peserta selesai mengerjakan soal,” jelasnya.
Alasan lain mengapa skor akhir lama muncul, disebabkan ada sejumlah peserta yang log in telat dari peserta lainnya. Alhasil mereka yang sudah selesai dulu diharuskan menunggu sampai semua peserta selesai mengerjakan ujian. Sehingga proses skoring bisa dilakukan seutuhnya.
“Proses skoring (ujian psikologi) ada tahapannya. Perhitungan, standarisasi, dihitung skornya, hingga didapat nilainya. Rangkaiannya panjang. Karena di dalam ujian ada materi psikologi, tidak mungkin langsung real time saat itu juga. Kecuali jawaban benar atau salah,” jelas Juli lewat zoom meeting.
Sejumlah alasan itu yang membuat Unpad kekeuh mengatakan bahwa pihak penyelenggara ujian sudah real-time mengumumkan skor hasil ujian.
“Menurut kami itu semua sudah real-time,” tegas Juli.
