Uang Panen Tebu Lenyap, Oknum Vendor PG Rendeng Habiskan Rp308 Juta untuk Judi Online

Konferensi Pers Polres Kudus saat memperlihatkan barang bukti. (Foto: Ayu Devi/Zonanews id)

KUDUS, ZONANEWS.ID – Praktik penggelapan uang hasil panen tebu yang melibatkan oknum petugas vendor Pabrik Gula (PG) Rendeng akhirnya terbongkar.

Dana ratusan juta rupiah milik petani tebu lenyap setelah disalahgunakan pelaku untuk bermain judi online jenis slot.

Kapolres Kudus AKBP Heru Dwi Purnomo mengungkapkan, kasus ini terungkap setelah sejumlah petani mempertanyakan pembayaran panen tebu yang tak kunjung diterima. Padahal, tebu milik para petani tersebut telah masuk dan diproses di PG Rendeng sejak 2 Desember 2025.

Bacaan Lainnya

“Para petani melapor karena hak pembayaran mereka belum diterima, meski tebu sudah lama diserahkan ke pabrik,” ujar AKBP Heru. Senin, 22 Desember 2025.

Hasil penyelidikan polisi menunjukkan, secara administratif PG Rendeng telah menuntaskan kewajibannya dengan mentransfer dana pembelian tebu kepada pihak vendor yang ditunjuk.

Selanjutnya, vendor tersebut menugaskan petugas lapangan untuk menyerahkan uang kepada para petani sesuai hasil panen.

“Secara administrasi, pembayaran dari PG Rendeng sudah selesai. Namun uang tersebut tidak sampai ke petani,” tegas Kapolres.

Polisi kemudian menelusuri alur distribusi dana hingga menemukan adanya penyimpangan. Seorang petugas vendor berinisial WP (30), warga Kecamatan Jepon, Kabupaten Blora, diduga kuat menguasai dan menahan uang pembayaran hasil panen tebu tersebut.

Akibat perbuatannya, lima petani tebu asal wilayah Karesidenan Pati mengalami kerugian dengan total mencapai Rp308 juta.