Ia menekankan pentingnya optimalisasi kanal pengaduan Wadul K1-K2 agar setiap keluhan masyarakat dapat ditindaklanjuti dengan cepat dan tepat, sehingga manfaat peningkatan kapasitas ASN benar-benar dirasakan masyarakat.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Kudus, Tulus Tri Yatmika, menyampaikan bahwa pelatihan ini diikuti oleh 40 peserta dari berbagai perangkat daerah, berlangsung dari 20 Oktober hingga 3 November 2025.
“Kegiatan ini diharapkan mendorong lahirnya inovasi pelayanan serta meningkatkan pemahaman terhadap prinsip-prinsip pelayanan publik yang berorientasi pada kebutuhan masyarakat,” ujar Tulus.
Salah satu peserta pelatihan, Bakti Tataryo dari Dinas Komunikasi dan Informatika, menyatakan bahwa kegiatan ini memberikan banyak bekal praktis.
“Pelatihan ini membuka wawasan kami tentang bagaimana memberikan pelayanan publik yang responsif dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat. Kami siap menjadi bagian dari perubahan menuju pelayanan yang lebih profesional,” ungkapnya.
Melalui kegiatan ini, diharapkan ASN Pemkab Kudus semakin siap menjadi pelayan masyarakat yang profesional, inovatif, dan berintegritas menuju Kudus Sehat (Sejahtera, Harmoni, dan Takwa).***
