KUDUS, ZONANEWS.ID – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kudus mulai melakukan berbagai persiapan untuk mendukung operasional transportasi massal Trans Jekuti (Jepara-Kudus-Pati) yang ditargetkan mulai beroperasi pada 2028.
Salah satu langkah yang disiapkan adalah mengalokasikan penataan dan rehabilitasi Terminal Getas Pejaten pada 2027 sebagai salah satu hub utama layanan angkutan massal tersebut.
Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) Kabupaten Kudus, Sulistyowati, mengatakan rencana pengembangan Trans Jekuti telah masuk dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Pemerintah Provinsi Jawa Tengah.
Saat ini, pemerintah daerah bersama Pemerintah Provinsi masih mematangkan berbagai persiapan sebelum proyek tersebut direalisasikan.
“Di tahun 2026 ini akan ada penandatanganan komitmen bersama antara Gubernur Jawa Tengah dengan Bupati Kudus, Bupati Jepara, dan Bupati Pati. Sementara pelaksanaan Trans Jekuti direncanakan mulai tahun 2028,” ujarnya, Rabu, 15 Juli 2026.
Menurut Sulistyowati, Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Tengah telah melakukan audiensi dengan Bupati Kudus untuk membahas kesiapan daerah, termasuk penyiapan terminal dan halte yang akan menjadi bagian dari layanan Trans Jekuti.
Hasil identifikasi sementara menunjukkan Terminal Getas Pejaten menjadi lokasi paling strategis untuk dijadikan titik pemberhentian utama di Kabupaten Kudus, selain Terminal Mijen.
“Pertimbangan dari Dishub Provinsi, Terminal Getas Pejaten berada di pusat kota dan menjadi titik yang strategis. Dari arah Pati, Jepara maupun Grobogan, banyak angkutan yang berhenti di sana sehingga potensinya cukup besar,” katanya.
Ia menjelaskan, Pemkab Kudus akan mulai melakukan rehabilitasi fisik dan penataan kawasan Terminal Getas Pejaten pada 2027.
