Tekan Kebocoran Air, PDAM Kudus Pasang Alat PRV dan Geopump

Kantor Perusahaan Air Minum Daerah (PDAM) Kabupaten Kudus atau Perumda Tirta Muria yang berada di Kelurahan Mlati Kidul, Kecamatan Kota, Kabupaten Kudus. (NILA)

KUDUS, ZONANEWS.ID – Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Muria Kabupaten Kudus, Jawa Tengah terus berupaya untuk menekan tingkat kebocoran air atau non revenue water (NRW) yang bisa disebabkan oleh beberapa hal.

PDAM Tirta Muria menargetkan tingkat NRW pada jaringan distribusi tahun 2023 akan ditekan maksimal 22 persen. Terget itu sendiri tergolong lebih rendah dari realisasi rata-rata NRW yang ditetapkan Peraturan Menteri Pekerjaan Umum, NRW sekarang ini, yang dipatok maksimal 24 persen.

“Tapi angka itu lebih tinggi dari patokan sebelumnya yakni maksimal 20 persen,” ujar Direktur Utama PDAM Kudus, Winarno, Jumat, 10 Februari 2023.

Bacaan Lainnya

Winarno menyebut, ada banyak faktor yang menjadi penyumbang tingginya NRW. Antara lain,pecahnya pipa jaringan akibat faktor alam, terkena galian, besarnya tekanan, flashing atau pengurasan untuk pembersihan pipa dan pengisian jaringan baru, serta ilegal conection (sambungan liar).

Akibat tingginya NRW, potensi pendapatan dari pelanggan setiap bulan melayang dalam jumlah cukup besar. Itu belum termasuk biaya perbaikan dan perawatan.

Untuk menekan NRW agar layanan pelanggan tidak terganggu, PDAM kini memanfaatkan teknologi District Meter Area (DMA). DMA sendiri merupakan suatu sistem penurunan kehilangan air dengan cara membagi satu jaringan pasokan air menjadi zona-zona kawasan bermeter.

DMA bertujuan untuk mendeteksi kebocaran pada suatu bagian sistem jaringan distribusi yang difokuskan menjadi satu wilayah deteksi kebocoran.

“Teknologi baru DMA ini sedang kita perkenalkan dan kami sosialisasikan kepada pelanggan,” ujar Winarno.