KUDUS, ZONANEWS.ID – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kudus memperkuat upaya mitigasi bencana menjelang musim hujan yang diperkirakan mulai November 2026.
Langkah ini dilakukan untuk mengantisipasi potensi banjir dan berbagai bencana hidrometeorologi yang dapat berdampak terhadap masyarakat.
Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Kudus, Eko Hari Djatmiko, mengatakan pihaknya telah menyiapkan sejumlah langkah untuk memastikan kesiapan menghadapi musim penghujan.
Persiapan tersebut mencakup koordinasi lintas instansi, penyusunan surat siaga bencana musim penghujan, pelaksanaan apel kebencanaan, serta pemeriksaan sarana dan prasarana pendukung.
Menurutnya, kesiapan sejak dini diperlukan agar penanganan bencana dapat dilakukan secara cepat dan terkoordinasi apabila terjadi kondisi darurat.
”Langkah awal yang kami lakukan adalah menggelar rapat koordinasi. Selanjutnya, kami menyiapkan surat siaga bencana musim penghujan, apel kebencanaan serta memastikan sarana dan prasarana pendukung dalam kondisi siap,” ujarnya, Senin, 13 Oktober 2026.
Eko menjelaskan, surat yang disiapkan merupakan surat siaga bencana musim penghujan, bukan penetapan status siaga darurat bencana. Persiapan tersebut menjadi bagian dari upaya meningkatkan kewaspadaan terhadap kemungkinan bencana selama musim hujan.
Selain memperkuat koordinasi, BPBD Kudus juga melakukan pemetaan wilayah rawan bencana. Pemetaan ini menjadi salah satu langkah penting untuk mengidentifikasi daerah yang berpotensi mengalami banjir maupun genangan saat curah hujan meningkat.
Dengan mengetahui wilayah yang memiliki potensi ancaman, langkah antisipasi diharapkan dapat disesuaikan dengan kondisi masing-masing daerah. Upaya tersebut juga menjadi bagian dari penguatan mitigasi agar risiko bencana dapat ditekan.
Di sisi kesiapsiagaan, BPBD Kudus turut memastikan sumber daya manusia (SDM) siap menjalankan tugas ketika dibutuhkan. Pengaturan petugas piket serta penyiapan personel untuk evakuasi dan penyelamatan menjadi perhatian dalam menghadapi musim penghujan.
