Lahan Tebu hingga Persawahan di Kudus Terbakar, Karhutla di Kudus Capai 120 Hektare

Kebakaran lahan tebu di salah satu wilayah Kabupaten Kudus. (Foto: Istimewa)

KUDUS, ZONANEWS.ID – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, menjadi perhatian selama musim kemarau 2026. Sepanjang Juni hingga Oktober, kebakaran tercatat terjadi di berbagai wilayah dengan luas lahan terdampak mencapai 120,12 hektare.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kudus mencatat, sebanyak 168 kejadian karhutla pada periode tersebut mengakibatkan kerugian material mencapai Rp 890,1 juta.

Kebakaran terjadi di sejumlah jenis lahan, mulai dari perkebunan tebu, lahan kosong, hingga area persawahan. Kondisi cuaca kering selama musim kemarau turut meningkatkan potensi kebakaran di wilayah tersebut.

Bacaan Lainnya

Kepala Pelaksana BPBD Kudus, Eko Hari Djatmiko, melalui Kasi Kedaruratan dan Logistik BPBD Kudus Ahmad Munaji, menekankan pentingnya kewaspadaan masyarakat terhadap ancaman kebakaran lahan, khususnya ketika kondisi lingkungan sedang kering.

Berdasarkan rekapitulasi BPBD per 13 Oktober 2026, jumlah kejadian karhutla sepanjang tahun ini mencapai 171 kasus dengan total kerugian sebesar Rp 925,1 juta.

Angka tersebut menunjukkan bahwa kebakaran lahan masih menjadi salah satu ancaman bencana yang perlu mendapatkan perhatian serius. Kejadian karhutla mulai tercatat sejak Maret, kemudian meningkat pada pertengahan tahun hingga memasuki awal Oktober.

Pada Juli 2026, BPBD mencatat 28 kejadian karhutla dengan luas lahan terdampak 24,13 hektare. Kerugian akibat kebakaran pada bulan tersebut mencapai Rp 252 juta.

Jumlah kejadian meningkat pada Agustus dengan 55 kasus yang membakar lahan seluas 47,70 hektare. Adapun kerugian material yang tercatat pada periode tersebut mencapai Rp 215,3 juta.

“Puncak kejadian karhutla dalam rekapitulasi bulanan terjadi pada September. Sebanyak 65 kejadian tercatat dengan luas lahan terdampak mencapai 41,67 hektare dan kerugian sekitar Rp 374,8 juta,” ujarnya, Selasa, 13 Oktober 2026.