BPBD Kudus juga tetap menyalurkan bantuan makanan kepada warga yang memilih bertahan di rumah meski terdampak banjir.
Distribusi dilakukan melalui dapur umum dengan jumlah produksi makanan yang disesuaikan dengan kebutuhan lapangan.
“Ada warga yang tidak mau mengungsi dan tetap tinggal di rumah. Itu tetap kita support logistik. Pengungsi tercatat sekitar 200 orang, tapi dapur umum memasak sampai 1.000 bahkan 1.500 porsi, karena sebagian kita distribusikan langsung ke warga terdampak,” ungkap Eko.
Saat ini, sejumlah wilayah seperti Jati Wetan dilaporkan mulai surut dan aktivitas masyarakat berangsur normal.
Namun, genangan air masih relatif tinggi di beberapa titik, terutama di Desa Karangrowo dan Payaman, yang merupakan daerah cekungan dan berada di wilayah hilir aliran sungai.
“Kalau hari ini tidak hujan, sebagian besar wilayah sudah kering dan bisa beraktivitas. Yang masih tinggi itu di Karangrowo dan Payaman, masing-masing di RW 6 dan RW 7,” katanya.***
