KUDUS, ZONANEWS.ID – Keberadaan caping kalo yang merupakan caping khas buatan warga Desa Gulang, Kecamatan Mejobo, Kabupaten Kudus, terancam punah. Hal ini lantaran pembuat aksesoris tradisional untuk kepala tersebut sudah menipis.
Bahkan, di Desa Gulang kini hanya tertinggal satu pengrajin caping kalo yang masih bertahan, itu pun hanya dijadikan sebagai aktivitas sampingan apabila ada orang yang mencarinya untuk membeli. Dia adalah Kamto (54).
Kamto menjadi generasi keempat yang masih meneruskan kerajinan caping kalo dari leluhurnya. Namun, dia mengaku terpaksa melestarikan aksesoris kepala yang terbuat dari anyaman bambu tersebut, karena amanah dari almarhum orangtuanya.
“Sudah tidak ada yang buat di sini, tinggal saya saja. Ini pun kalau tidak diwasiati orangtua juga saya enggan, karena membuatnya sukit dan modalnya besar, sedangkan peminatnya sangat jarang,” ujar Kamto saat ditemui dikediamannya, Selasa, 28 Maret 2023.
Kamto menyebut bahwa, kegiatan pelatihan atau pewarisan caping kalo kepada masyarakat sekitar sudah sering dilakukan. Akan tetapi, hal itu tidak menarik para kaula muda untuk meneruskan kerajinan turun temurun itu.
“Apalagi anak muda sekarang kan tidak mau ribet, pinginnya kerja yang langsung dapat uang pasti. Kalau ini kan memang sekarang sudah jarang peminat, bahkan hanya untuk even-even besar atau adat saja seperti agustusan,” terangnya.
