“Kita butuh umkm banyak, misalnya sasarannya ada sekitar 127 ribu siswa, untuk meng-handle itu, satu katering misalnya menangani untuk 2 ribu siswa berarti kan kita butuh sekitar 65 katering,” tuturnya.
Terpisah, Kabid Kesehatan Masyarakat pada Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Kudus, Nuryanto menerangkan, saat ini jumlah pelaku UMKM untuk katering masih sangat minim. Pihaknya pun mendorong agar UMKM mengikuti pelatihan agar mendapatkan SLHS.
“Kemarin ada pelatihan itu yang ikut sekitar 170-an umkm, yang lolos dan dapat SLHS hanya 6 umkm. Kalau jumlah total yang punya SLSH hingga tahun ini ya sekitar 14 umkm,” ujarnya.
Sementara untuk kantin sekolah, Nuryanto membeberkan bahwa MTs Negeri 1 Kudus telah mengantongi SLHS. Sementara kantin sekolah lainnya, masih dalam proses dan masih diarahkan untuk memenuhi standar kelaikan dari DKK Kudus.
“Kita setiap ada penilaian sekolah sehat, kita arahkan ke sana, sehingga kantin sekolah juga terjamin keamanan pangan dan jajanannya untuk konsumsi siswa,” imbuhnya.
