Wisudawan Terbaik dengan Hafalan 30 Juz Alquran, Khilda Evita Aisya Mantap Pilih Mengabdi Jadi Guru

Khilda Evita Aisya, mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muria Kudus (UMK) yang juga wisudawan terbaik pada Wisuda ke-77 UMK. (Foto: Siti Islamiyah/Zonanews.id)

KUDUS, ZONANEWS.ID – Khilda Evita Aisya, mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muria Kudus (UMK) mengaku bangga menjadi wisudawan terbaik pada Wisuda ke-77 UMK.

Ia meraih predikat mahasiswa berprestasi dengan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) 3,95. Capaian tersebut menjadi buah dari kerja keras, keberanian mencoba hal baru, serta konsistensinya dalam mengembangkan potensi diri selama menempuh pendidikan tinggi.

Menariknya, Khilda mengaku tidak pernah secara khusus menargetkan diri untuk menjadi mahasiswa terbaik. Sejak awal kuliah, ia hanya ingin memanfaatkan kesempatan belajar di perguruan tinggi untuk menggali kemampuan sebanyak mungkin.

Bacaan Lainnya

“Jujur, sebelumnya saya tidak berekspektasi menjadi mahasiswa terbaik. Awalnya, sebagai mahasiswa, saya hanya mencoba untuk menjadi yang terbaik bagi diri saya sendiri. Mumpung mendapat kesempatan belajar di jenjang yang lebih tinggi, mari kita coba menggali potensi diri sebanyak mungkin,” ungkapnya.

Perjalanan prestasi Khilda mulai berkembang ketika memasuki semester tiga pada 2023. Saat itu, ia mendapat kesempatan mengikuti kompetisi inovasi internasional, International Inventors Day (INOVA), yang diselenggarakan di kawasan Jimbaran, Bali.

Meski mengaku masih minim pengalaman dalam mengikuti perlombaan, ia memberanikan diri untuk mencoba. Keputusan tersebut membuahkan hasil setelah timnya berhasil meraih medali emas.

Keberhasilan di Bali kemudian disusul prestasi dalam kompetisi di Surabaya yang diselenggarakan oleh IESA. Dalam ajang tersebut, Khilda dan tim berhasil membawa pulang tiga penghargaan sekaligus, yakni medali emas, Best Presentation, dan Special Award.

Ia juga kembali meraih medali emas dalam kompetisi di Jakarta. Selain berkompetisi dalam bidang inovasi, Khilda mulai mengembangkan kemampuan menulis melalui lomba esai.

Salah satu pencapaiannya adalah meraih juara kedua dalam Global Insight Essay, sebuah ajang yang berlangsung melalui kerja sama UMK dengan Universiti Teknologi Malaysia.

Tak hanya berprestasi di bidang akademik dan kompetisi, Khilda juga memperoleh kesempatan mengikuti program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Internasional di Malaysia selama 28 hari. Ia menjadi salah satu dari delapan mahasiswa yang lolos seleksi program tersebut.

Selama berada di Malaysia, Khilda bersama peserta lainnya terlibat dalam kegiatan pendidikan bagi anak-anak keluarga pekerja migran Indonesia yang mengalami keterbatasan akses pendidikan formal.

“Kita mengajar di salah satu sanggar bimbingan yang berada di bawah naungan pemerintah Indonesia melalui Sekolah Indonesia Kuala Lumpur,” katanya.