Pro-Kontra Coffee Street di Kudus, Begini Pandangan Rektor UMK

Rektor UMK, Prof. Darsono. (Foto: Siti Islamiyah/Zonanews.id)

KUDUS, ZONANEWS.ID – Rektor Universitas Muria Kudus (UMK), Prof. Darsono, menanggapi fenomena coffee street yang saat ini tengah digandrungi kalangan anak muda di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah.

Fenomena tersebut dinilai tidak sekadar menjadi tren tempat nongkrong, tetapi juga mulai berkembang menjadi bagian dari gaya hidup generasi muda.

Menurut Prof. Darsono, keberadaan coffee street menunjukkan perubahan pola interaksi sosial anak muda. Aktivitas menikmati kopi di ruang-ruang usaha sederhana tersebut kini menjadi salah satu pilihan untuk menghabiskan waktu luang sekaligus membangun relasi dengan orang lain.

Bacaan Lainnya

“Ini saya kira itu menjadi trendsetter, ya. Coffee street itu saya kira menjadi trendsetter, bahkan kalau saya mengamati itu sudah mengarah kepada lifestyle, gitu ya, bagi anak-anak muda,” ujar Darsono, Rabu, 21 Oktober 2026.

Ia menilai, fenomena tersebut menarik untuk dicermati karena aktivitas di coffee street tidak hanya berkaitan dengan konsumsi makanan dan minuman.

Tempat tersebut juga menjadi ruang bagi anak muda untuk berinteraksi, bertukar pikiran, serta menjalin komunikasi dalam berbagai kepentingan.

Prof. Darsono menjelaskan, coffee street dapat berfungsi sebagai arena transaksi sosial. Di tempat tersebut, anak muda bisa bertukar informasi, membangun komunikasi, hingga mendiskusikan berbagai hal yang berkaitan dengan aktivitas sehari-hari maupun kebutuhan mereka.

“Apa itu coffee, gitu ya? Coffee sebagai arena transaksional sosial, transaksional, bahkan bisa saja transaksional preferensi. Mereka nongkrong di situ, mengerjakan segala sesuatu, ada transaksi informasi, komunikasi,” jelasnya.

Selain menjadi ruang interaksi sosial, perkembangan coffee street di Kudus juga membuka peluang ekonomi bagi masyarakat, khususnya kalangan anak muda.

Sejumlah mahasiswa memanfaatkan waktu luang dengan bekerja sebagai pegawai di usaha coffee street. Aktivitas tersebut menjadi salah satu cara untuk memperoleh pengalaman kerja di tengah kesibukan menjalani perkuliahan.