Pijar Park Kudus Raih Posisi Lima Besar dalam Penghargaan Revenue Wisata Perhutani di Jateng

Pijar Park Kudus menerima penghargaan Top Ten Revenue Mid Year 2026 dari Perhutani. (Foto: Zonanews.id)

KUDUS, ZONANEWS.ID – Wana Wisata Pijar Park Kudus kembali menorehkan prestasi di tingkat Provinsi Jawa Tengah. Destinasi wisata yang berada di Desa Kajar, Kecamatan Dawe, Kabupaten Kudus itu menerima penghargaan Top Ten Revenue Mid Year 2026 dari Perhutani, setelah berhasil masuk lima besar objek wisata dengan pendapatan tertinggi pada semester pertama tahun 2026.

Penghargaan tersebut diserahkan dalam kegiatan Evaluasi Kinerja Ekowisata Perhutani Divisi Regional (Divre) Jawa Tengah Semester I yang digelar di Semarang pada Selasa, 28 Juli 2026.

Pijar Park yang berada di bawah pengelolaan Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Pati berhasil menempati peringkat kelima dalam daftar penerima penghargaan.

Bacaan Lainnya

Posisi tersebut menempatkan Pijar Park sejajar dengan sejumlah destinasi wisata unggulan Perhutani lainnya di Jawa Tengah, seperti Goa Terawang dari KPH Blora, Tiangle Sky Telomoyo dari KPH Kedu Utara, Sagara View of Karangbolong dari KPH Kedu Selatan, dan Sibiting Forest Kopi dari KPH Pekalongan Timur.

Sementara itu, peringkat berikutnya ditempati Pecaron dari KPH Kedu Selatan, Mezzo Beach Club dari KPH Kedu Selatan, Guci Ashafana dari KPH Pekalongan Barat, Guci Forest dari KPH Pekalongan Barat, serta Curug Sikarim dari KPH Kedu Utara.

CEO Pijar Park Kudus, Yusuf, mengaku bersyukur atas penghargaan yang diraih. Menurutnya, pencapaian tersebut menjadi bukti bahwa Pijar Park mampu bersaing dengan destinasi wisata lain di bawah pengelolaan Perhutani di Jawa Tengah.

“Masuk lima besar se-Jawa Tengah tentu menjadi kebanggaan sekaligus motivasi bagi kami untuk terus berkembang dan memberikan pelayanan terbaik kepada para pengunjung,” ujar Yusuf.

Ia menjelaskan, penilaian dalam penghargaan tersebut didasarkan pada capaian pendapatan atau omzet yang berhasil diperoleh masing-masing destinasi wisata selama semester pertama tahun 2026.

Karena itu, penghargaan tersebut menjadi indikator keberhasilan pengelolaan wisata dari sisi kinerja usaha.