Hadirkan Praktisi Rumah Sakit, UMKU Tingkatkan Kompetensi Mahasiswa dalam Perawatan Luka Modern

Universitas Muhammadiyah Kudus (UMKU) terus berupaya meningkatkan kualitas lulusannya dengan menghadirkan praktisi dari Rumah Sakit Umum Daerah dr.Loekmono Hadi Kudus. (Foto: Istimewa)

KUDUS, ZONANEWS.ID – Universitas Muhammadiyah Kudus (UMKU) terus berupaya meningkatkan kualitas lulusannya dengan menghadirkan praktisi dari rumah sakit.

Peningkatan kualitas tersebut dilakukan dengan menyelenggarakan Seminar Nasional bertajuk “Perawatan Luka Modern di Layanan Primer dan Home Care: Strategi Aman, Efektif, dan Hemat Biaya”.

Bacaan Lainnya

Kegiatan yang berlangsung secara hybrid pada Selasa, 28 Juli 2026 itu menjadi wadah bagi mahasiswa untuk memperdalam kompetensi di bidang perawatan luka modern.

Seminar digelar di Ruang Serbaguna 2 UMKU dan disiarkan melalui Zoom. Sebanyak sekitar 170 peserta mengikuti kegiatan tersebut, terdiri atas 56 mahasiswa Program Studi S1 Keperawatan dan Profesi Ners UMKU yang hadir secara langsung serta lebih dari 120 peserta lainnya yang mengikuti secara daring.

Untuk memperkaya wawasan peserta, UMKU menghadirkan praktisi dari Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. Loekmono Hadi Kudus, Ns. Ulin Ni’am, S.Kep., M.Kep.

Dalam paparannya, ia menjelaskan konsep dasar Wound Bed Preparation (WBP), penggunaan modern dressing sesuai karakteristik luka, hingga penerapan metode tersebut pada layanan kesehatan primer dan home care.

Selain itu, seminar juga menghadirkan Dewi Hartinah, S.Kep., Ners., M.Si.Biomed., M.Kep. yang mengulas pentingnya penerapan perawatan luka yang efektif dari sisi biaya (cost-effectiveness), aspek keselamatan tenaga kesehatan saat memberikan layanan home care, serta strategi untuk meningkatkan mutu pelayanan kepada pasien.

Rektor UMKU, Dr. Edy Soesanto, S.Kep., M.Kes., membuka secara resmi kegiatan tersebut. Menurutnya, tema yang diangkat sangat relevan dengan perkembangan dunia kesehatan yang semakin membutuhkan layanan home care dan tenaga perawat dengan kompetensi khusus.

Rektor mencontohkan bahwa pasien penyakit katastropik yang telah menyelesaikan perawatan di rumah sakit masih membutuhkan pendampingan melalui layanan home care.