Menurut Yusuf, capaian tersebut tidak membuat pihaknya cepat berpuas diri. Justru sebaliknya, penghargaan itu menjadi penyemangat bagi seluruh tim untuk terus menghadirkan inovasi dan meningkatkan daya tarik wisata agar tetap diminati masyarakat.
“Penghargaan ini membuat kami semakin semangat untuk terus berinovasi. Kami ingin Pijar Park terus berkembang dan menjadi salah satu destinasi wisata unggulan di Jawa Tengah,” katanya.
Sebagai langkah pengembangan, Pijar Park telah menyiapkan sejumlah rencana menjelang libur akhir tahun.
Beberapa di antaranya adalah pembangunan wahana baru serta penambahan fasilitas resort guna meningkatkan kenyamanan pengunjung sekaligus mendongkrak jumlah wisatawan yang datang ke destinasi tersebut.
“Nanti akan ada penambahan wahana, lalu ada penambahan resort juga untuk menyambut libur akhir tahun,” ucapnya.
Saat ini, titik wahana paling ramai berada di Pijar Water Park, Taman Domba Merino, Taman Kelinci dan Resto. Suasana sejuk khas lereng Pegunungan Muria menambah rasa ingin berlama-lama berlibur oleh para pengunjung.
Ditambah, nuansa Hutan Pinus yang tidak ditemui di ujung Kota Kretek mana pun, membuat Pijar Park masih menduduki wisata alam primadona yang tak pernah sepi setiap momen liburan tiba.
Selain wahana tersebut, di Pijar Park juga ada resort menginap dengan kapasitas 15 kamar, wahana permainan anak dan ATV, tenda UMKM, naik kuda, odong-odong, resto, dan lainnya. ***
