KUDUS, ZONANEWS.ID – Pabrik Gula (PG) Rendeng Kudus mempercepat optimalisasi sistem boiler dan pengendalian emisi menyusul keluhan masyarakat terkait sebaran jelaga atau langes selama musim giling tebu 2026.
Berbagai langkah teknis dilakukan, mulai dari penyempurnaan sistem penangkap abu, pemasangan mesh atau jaring penyaring, penambahan sistem spray air, hingga penyesuaian operasional Air Dust Fan (ADF) dengan target mampu mereduksi emisi hingga 80 persen.
Manajemen Keuangan dan Umum PG Rendeng, Ahmad Zuhri, menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat yang terdampak, khususnya warga di wilayah barat pabrik seperti Desa Rendeng dan Pedawang.
Menurutnya, peningkatan kapasitas giling tahun ini berpengaruh terhadap bertambahnya emisi jelaga yang dihasilkan boiler.
“Kami menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas ketidaknyamanan yang terjadi. Setiap laporan yang masuk selalu kami tindak lanjuti dan menjadi perhatian serius perusahaan. Kami memiliki tim yang terus bekerja untuk mengurangi dampak langes atau jelaga terhadap lingkungan sekitar,” ujar Ahmad Zuhri, Senin, 13 Juli 2026.
Ia menjelaskan, musim giling tahun ini menargetkan pengolahan sekitar 4 juta kuintal tebu dengan kapasitas 3.200 ton cane per day (TCD).
Hingga pertengahan Juli, proses giling baru berjalan sekitar 50 hari atau sekitar seperempat dari keseluruhan target.
Musim giling diperkirakan berlangsung selama lima hingga enam bulan dan selesai pada Oktober 2026.
Menurut Zuhri, selain meningkatnya kapasitas produksi, kondisi musim kemarau juga membuat partikel jelaga lebih mudah terbawa angin dibandingkan musim giling tahun lalu yang masih sering diguyur hujan.
“Kalau tahun lalu masih sering hujan sehingga abu banyak yang tertahan dan tidak mudah beterbangan. Tahun ini sudah memasuki musim kemarau sehingga partikel lebih mudah terbawa angin. Namun kondisinya sekarang sudah jauh berkurang karena berbagai upaya yang kami lakukan,” katanya.
Ia menambahkan, setiap keluhan masyarakat, termasuk yang disampaikan melalui layanan Wadul Bupati, telah ditindaklanjuti perusahaan. PG Rendeng juga akan meningkatkan koordinasi dengan pemerintah desa apabila terjadi gangguan operasional agar informasi dapat segera diteruskan kepada masyarakat.
