“Kami mengapresiasi seluruh masukan dari masyarakat. Ke depan, apabila terjadi kendala operasional, kami akan lebih cepat berkoordinasi dengan kepala desa dan perangkat desa agar informasi dapat diteruskan kepada RT maupun warga. Seluruh laporan masyarakat menjadi bahan evaluasi bagi kami,” ujarnya.
Sementara itu, Staf Teknik Boiler PG Rendeng, Moh Hidayat, mengatakan peningkatan target giling menyebabkan beban kerja boiler ikut bertambah sehingga diperlukan sejumlah penyesuaian teknis tanpa mengurangi target produksi.
Menurutnya, perusahaan telah mengoptimalkan Electrostatic Precipitator (ESP) sebagai alat utama penangkap jelaga melalui penyetelan ulang agar daya tangkapnya semakin maksimal.
Meski salah satu unit ESP di sisi utara mengalami kendala, unit di sisi selatan dimaksimalkan untuk menekan partikel yang keluar melalui cerobong.
Selain itu, perusahaan memasang mesh sebagai filter tambahan di sekitar Rotary Dust Collector serta menyiapkan pemasangan sistem spray air untuk menangkap partikel halus yang masih lolos dari proses penyaringan.
“Dengan kapasitas giling yang meningkat menjadi 3.200 ton per hari, otomatis beban boiler juga bertambah sehingga abu yang dihasilkan lebih banyak. Karena itu kami memaksimalkan pengaturan sistem penangkap abu agar daya tangkapnya semakin baik,” jelas Moh Hidayat.
Di sisi operasional, PG Rendeng juga melakukan penyesuaian pada Air Dust Fan (ADF). Pengaturan yang sebelumnya berada di kisaran 80 persen diturunkan secara bertahap hingga sekitar 75 persen dengan tetap menjaga keseimbangan suplai udara primer dan sekunder pada sistem pembakaran.
Langkah tersebut dilakukan agar efektivitas penangkapan partikel oleh ESP meningkat tanpa mengurangi kapasitas giling.
Selain pengendalian dari cerobong, tim operasional juga rutin melakukan penyemprotan terhadap tumpukan abu di area pabrik agar tidak kembali beterbangan saat cuaca panas dan angin bertiup kencang.
“Dari evaluasi sementara, upaya yang kami lakukan sudah mampu mereduksi emisi sekitar 60 persen. Dengan penambahan mesh dan spray air, kami menargetkan reduksi emisi bisa mencapai sekitar 80 persen. Penyesuaian Air Dust Fan juga tidak memengaruhi kapasitas produksi karena kami melakukan penyeimbangan pada sistem pembakaran. Harapannya, dampak langes atau jelaga terhadap masyarakat di sekitar pabrik dapat terus berkurang selama musim giling berlangsung,” pungkasnya.***
