Dalam perjalanan menuju podium, atlet petanque Kudus harus menghadapi sejumlah lawan tangguh dari berbagai daerah, di antaranya Solo, Purworejo, Magelang, Kota Pekalongan, hingga Jepara.
Bahkan, pada pertandingan final perebutan medali emas, kontingen Kudus harus berhadapan dengan Kota Semarang.
Meski persaingan berlangsung sengit, Danang menilai raihan empat medali tersebut sudah sesuai dengan target realistis yang dipersiapkan tim sebelum kompetisi dimulai. Hasil tersebut sekaligus menunjukkan adanya peningkatan prestasi dibandingkan Porprov 2023.
Selain kemampuan teknik, kesiapan fisik atlet juga menjadi perhatian selama pertandingan. Terlebih, kondisi cuaca di lokasi perlombaan mengalami perubahan cukup ekstrem, dari panas terik menjadi mendung hingga hujan lebat.
Bahkan, pertandingan final sempat berlangsung dalam kondisi hujan. Namun, kondisi tersebut tidak terlalu memengaruhi kebugaran para atlet Kudus.
“Kondisi fisik atlet secara umum tetap terjaga. Kami memperhatikan pemulihan, asupan makanan dan nutrisi, pemberian vitamin, serta menyediakan ransum agar kebutuhan atlet selama pertandingan terpenuhi,” jelas Danang.
Lebih lanjut, hasil Porprov 2026 akan menjadi bahan evaluasi bagi tim petanque Kudus untuk mempersiapkan diri menghadapi kompetisi berikutnya.
Menurut Danang, pembinaan atlet perlu ditingkatkan melalui latihan yang lebih intensif, terutama dalam mempertajam kemampuan sesuai nomor pertandingan yang diikuti.
“Kekuatan petanque sekarang semakin merata. Karena itu, persiapan harus lebih intensif, terutama mempertajam kemampuan atlet sesuai nomor yang diikuti. Harapannya, prestasi Kudus pada Porprov mendatang semakin meningkat dan petanque semakin berkembang di daerah,” pungkasnya.***
