Pesan ini ia sampaikan agar para wisudawan dapat terus menjalin hubungan baik dan bekerja sama dalam kehidupan mereka ke depan. Dalam sambutannya, Aesoh Marae juga mengingatkan para wisudawan untuk tidak mudah terlena dengan kesuksesan yang telah diraih.
“Jangan mudah terlena dengan kesuksesan yang telah diraih. Masih banyak jalan yang harus dilalui dan mimpi yang harus diwujudkan,” pesannya.
Sidang Senat Terbuka ini menjadi momen berharga bagi seluruh wisudawan, termasuk Aesoh Marae, yang telah menunjukkan bahwa tekad dan kerja keras dapat mengatasi berbagai rintangan. Keberhasilannya menyelesaikan studi di IAIN Kudus menjadi bukti nyata bahwa semangat pantang menyerah dapat membawa seseorang menuju kesuksesan yang gemilang.
Rektor IAIN Kudus, Dr. Ahmad Rofiq, dalam pidatonya, turut memberikan penghargaan khusus kepada Aesoh Marae atas prestasinya.
“Aesoh adalah contoh nyata bahwa ketekunan dan kerja keras dapat mengantarkan kita pada pencapaian yang luar biasa,” ujarnya.
Para dosen dan staf IAIN Kudus juga merasa bangga dengan prestasi yang diraih oleh Aesoh.
“Kami bangga dengan Aesoh dan semua wisudawan yang telah berjuang keras menyelesaikan studi mereka. Semoga kesuksesan ini menjadi awal dari pencapaian-pencapaian besar di masa depan,” kata Dr. Siti Aisyah, Dekan Fakultas Tarbiyah.
Para wisudawan dan tamu undangan memberikan aplaus meriah saat Aesoh Marae menyelesaikan sambutannya. Momen tersebut menjadi penutup yang mengharukan dalam Sidang Senat Terbuka Wisuda Program Sarjana ke-37 dan Program Magister ke-19 IAIN Kudus.
Dengan semangat dan inspirasi yang dibawanya, Aesoh Marae diharapkan dapat menjadi teladan bagi para mahasiswa lainnya, baik di IAIN Kudus maupun di seluruh Indonesia, bahwa mimpi besar dapat diraih melalui ketekunan, kerja keras, dan pantang menyerah. (***)
