Pihaknya juga berharap, acara kirab sedekah bumi ini ke depannya bisa dilakukan berkelanjutan setiap tahun. Ini melihat antusias warga yang sangat antusias, dan gelaran yang sangat meriah padahal baru pertama kali dilangsungkan.
“Ini nanti ada ngenduri dan nanti malam ada wayang. Puncak acara nanti malam dihadiri Pak Hariyanto dan Ibu Nur Hana sebagai tamu artis yang akan meramaikan gelaran wayang,” tuturnya.
Sementara itu, Ketua Perhimpunan Pemangku Punden dan Mbelik Mbahn Honggowongso, Muhammad Nur menambahkan bahwa gelaran wayang yang ditampilkan nanti berjudul “Semar Bangun Kayangan.”
“Makamnya (Mbah Honggowongso) tidak di sini tapi di Dukuh Pandak (Desa Colo, Kecamatan Dawe, Kudus), kalau biasanya masyarakat sini pas Bulan Suro itu kegiatannya ziarah bersama ke atas ke Colo di Dukuh Pandak untuk ziarah bareng,” katanya.
Ia menjelaskan, Mbah Honggowongso yang merupakan murid Sunan Muria memiliki petilasan berupa pelana kuda dan Belik atau sumur yang mana airnya dipercaya mengandung keberkahan bisa menyembuhkan segala macam penyakit.
Air sumur yang berada di Punden Mbah Honggowongso, lanjut Nur,juga merupakan salah satu komponen air yang diambil untuk Kirab Banyu Panguripan di Kasunanan Kudus. Sehingga, warga meyakini bahwa air sumur tersebut mengandung karomah. ***
